Perkara Pidana

Pertanyaan:

Saya mempunyai kesan bahwa hukum di Indonesia kurang keras, dibandingkan dengan hukum di US, saya telah mendengar tentang perkara dimana pencurian hanya di penjara 3 bulan, dan pembunuh keluar dari penjara kurang dari 10 tahun. Saya merasa heran untuk pelanggaran, hukuman mati betul-betul di jalankan.

Jawaban:

Peristiwa-peristiwa seperti pencurian dan pembunuhan, masing-masing hukuman pidana yang dijatuhkan pada terdakwa berbeda. Tidak setiap pencurian di hukum penjara hanya 3 bulan, begitu juga dengan pembunuhan harus ditinjau satu per-satu, dengan memperhatikan semua hal-hal sekitar peristiwa-peristiwa itu. Beratnya hukuman pada prinsipnya digantungkan pada sifat berat dan ringan dari tindak pidana.

Menurut pasal 10 Kitab Udang-Undang Hukum Pidana, ada empat macam hukuman pokok: 1. Hukuman mati
2. Hukuman penjara
3. Hukuman Kurungan
4. Denda

Dalam ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), masalah pencurian diatur dalam pasal 362 KUHP: ” Barang siapa mengambil barang, yang semuanya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk memilikinya dengan melawan hukum, di hukum karena pencurian dengan hukuman penjara selama-lamanya 5 tahun”. Dalam pasal ini telah jelas diatur bahwa pencurianpun dapat dihukum berat. Pencurian yang hanya dihukum 3 bulan, merupakan pencurian ringan. Mengenai hal ini diatur pasal 364 KUHP: ” Pencurian yang tidak dilakukan di rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya dihukum penjara selama-lamanya 3 bulan”.

Masalah pembunuhan, juga mempunyai aturan hukum yang berbeda, tidak semua pembunuhan di hukum penjara kurang dari 10 tahun. Mengenai hal ini diatur dalam pasal 338 KUHP: “Barang siapa yang sengaja menghilangkan jiwa orang lain, karena pembunuhan biasa, dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya 15 tahun. Tetapi ada hukuman yang lebih berat lagi bagi pembunuhan yang dilakukan karena direncanakan, diatur pasal 340 KUHP: ” Barang siapa dengan sengaja dan direncanakan lebih dahulu menghilangkan jiwa orang dihukum karena bersalah melakukan pembunuhan yang direncanakan dengan hukuman penjara seumur hidup/penjara selama-lamanya 20 tahun.

Dengan uraian diatas membuktikan bahwa hukuman pidana tidak layak di sama-ratakan pada semua orang-orang hukuman.

DiIndonesia diakui adanya banyak keberatan terhadap hukuman mati. Keberatan yang terang dirasakan oleh umum terhadap hukuman ini, bahwa hukuman ini tidak dapat diperbaiki lagi, apabila kemudian terbukti bahwa hukuman yang dijatuhkan merupakan kekeliruan atau keterangan-keterangan yang ternyata tidak benar. Walaupun kekeliruan itu sangat jarang terjadi, terhadap hukuman ini harus sangat berhati-hati. Ada empat kejahatan, yang oleh KUHP diancam dengan hukuman mati, yaitu: 1. Kejahatan terhadap keamanan Negara
2. Pembunuhan berencana
3. Pencurian dan pemerasan dalam keadaan memberatkan
4. Bajak laut, perampokan di pantai, perampokan di laut.

Terhadap pelanggaran yang di hukum mati, kemungkinan orang yang dihukum tersebut melakukan salah satu kejahatan dari keempat kejahatan tersebut.