Perbedaan Agama Menjadi Alasan Untuk Mengajukan Gugatan Cerai

Pada tahun 1994 terjadi pernikahan beda agama dengan melalui catatan sipil. Karena saat ini salah satu pihak menyadari kesalahan tsb ( dari sisi agama ), maka dia ingin mengakhiri perkawinan yang telah berlangsung tersebut.

Pertanyaan :

Bisakah perbedaan agama itu dijadikan alasan untuk mengajukan gugatan cerai ?

terima kasih,

Hr

Jawaban :

Perkawinan beda agama melalui catatan sipil merupakan perkawinan yang tidak sah menurut hukum karena catatan sipil hanya bertugas untuk mencatat suatu perkawinan saja.

Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu (Pasal 2 UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974). Ketentuan di atas jelas mengandung arti bahwa apabila terjadi perkawinan yang berbeda agama maka salah satu harus tunduk pada hukum agama yang dikehendaki.

Berdasarkan ketentuan dan uraian diatas apabila dihubungkan dengan kasus Anda, maka perbedaan agama dapat diajukan sebagai salah satu gugatan cerai disamping dengan alasan-alasan yang lain.

Selanjutnya hakim akan menilai atas gugatan yang diajukan dan akan memutus suatu putusan yang berkekuatan tetap.