|
Komunis
Cina
Berdirinya
Republik Rakyat Cina diproklamasikan di
Beijing oleh Mao Zedong pada tanggal
1 Oktober 1949. Pada tahun pertama, terlihat
perbaikan ekonomi yang mengesankan. Tetapi pada
akhir tahun 1950, kemajuan negara berkurang akibat
dari dibuatnya kebijakan Langkah Besar ke Depan.
Langkah Besar ke Depan ini terdiri dari dua bidang
: pertanian dan industri.
Pada
bidang pertanian, Langkah Besar ke Depan memfokuskan
pada proyek irigasi secara besar-besaran dan membentuk
Komune Rakyat dengan total kolektivisasi
hasil pertaniannya. Kolektivisasi itu tidak di
dalam rumah tangga pribadi lagi. Sehingga sistem
yang baru itu sama sekali tidak produktif. Tidak
ada dorongan dari para petani untuk menunjukkan
keinginan meningkatkan produksi maupun mutu.
Proyek
berskala besar ini tidak hanya difokuskan pada
pertanian saja, tapi pada saat yang sama juga
melakukan desentralisasi pada industri,
khususnya industri berat. Sementara itu negara
diuntungkan oleh desentralisasi industri kompleks
melalui Langkah Besar ke Depan ini. Contohnya
adalah perkembangan tempat pembakaran baja yang
berguna untuk membuat peralatan, seperti perabot
rumah tangga; dilebur menjadi kepingan logam yang
tak berguna.
Efek
dari Langkah Besar ke Depan ini, nampak jelas
saat Cina mengalami malapetaka bencana banjir
dan masa kekeringan yang cukup serius pada
tahun 1959 dan 1960. Sehingga mengakibatkan
jutaan orang Cina kelaparan hebat. Setelah kejadian
ini, banyak kebijakan Langkah Besar ke Depan yang
ditinggalkan, kecuali desentralisasi industri
baja. Sistem Komune Rakyat masih tetap
hidup, bahkan bangkit kembali selama masa Revolusi
Budaya beberapa tahun kemudian. Hal ini disebabkan
karena Mao Zedong yang berada di belakang
semua ini.
Revolusi
Budaya diperkenalkan oleh Mao Zedong
pada tahun 1966, karena ia ingin menghapuskan
persaingan dalam hirarki Partai Komunis,
seperti Liu Shaoqui. Mao memanfaatkan dukungan
dari penduduk untuk menghadapi para pejabat partai
yang dianggap tidak loyal terhadapnya dan kurang
memiliki semangat revolusioner. Pada awalnya,
dalih Revolusi Budaya ini diduga keras memiliki
kecenderungan kontrarevolusi di antara para intelektual.
Tapi kemudian meluas hingga menjangkau birokrasi
dan wewenang, kecuali tidak termasuk Mao Zedong.
Revolusi
Budaya banyak diatur oleh istri Mao Zedong, Jiang
Qing. Setelah kelompok Pengawal Merah pertama
kali dibentuk oleh mahasiswa-mahasiswa Beijing,
situasi negara menjadi tak terkendali. Kelompok
Pengawal Merah ini bergerak melawan semua birokrasi
dan menghancurkan sejumlah tempat religius dan
historis. Selama empat tahun Revolusi Budaya (1966-1970),
praktis semua universitas dan sekolah tutup.
Pada
tahun pertama Revolusi Budaya (1966-1967),
negara mengalami keadaan kacau balau oleh tindakan
Pengawal Merah yang secara bebas menyerang
apa pun juga. Targetnya adalah pejabat-pejabat
rendah dan menengah serta kader-kader partai.
Bahkan para pejabat tinggi, kecuali Mao dan orang-orang
terdekatnya. Para pesaing Mao di eselon partai
tertinggi disingkirkan, dan Mao menginginkan leboh
banyak militer menjadi bagian Revolusi Budaya
ini. Sehingga pada tahun 1967, Tentara
Pembebasan Masyarakat Cina dibentuk sebagai
barisan depan Revolusi Budaya. Menteri Pertahanan
Lin Biao, menjadi orang terkuat kedua di
Cina setelah Mao Zedong, dan sengaja dipilih untuk
mendukung kesuksesan.
Namun
pada tahun 1971, Mao mulai tidak disenangi
oleh para perwira Tentara Pembebasan Masyarakat
Cina, karena penetrasi di semua aspek kehidupan.
Hal ini terlihat jelas saat Mao dikecam oleh para
pemimpin TPMC, dan bahkan menteri pertahanan Lin
Biao mencoba mengancam kehidupan Mao. Keadaan
yang terjadi pada tanggal 13 September 1971
tidak pernah terklarifikasi. Dijelaskan bahwa
Lin Biao dan keluarganya mencoba melarikan diri
dengan pesawat jet Trident ke Rusia.
Tapi menurut dugaan, mereka tidak membawa cukup
bensin, sehingga jet itu jatuh di Mongolia.
Mao
Zedong meninggal pada tanggal 9 September
1976. Penggantinya adalah Hua Guofeng,
yang pernah menjabat sebagai perdana menteri setelah
kematian Zou Enlai pada Januari 1976.
Hua Guofeng merupakan seorang calon yang disetujui
bersama oleh golongan radikal dan pragmatis CCP,
padahal sebenarnya ia tidak memiliki kekuatan
sendiri.
back
to content page
|