|
Kuomintang
Yunnan
jarang memainkan peran penting di sejarah China.Walaupun,
setelah Yuan Shikai mengumumkan dirinya sebagai
kaisar baru China, Yunnan adalah Propinsi pertama
China yang memulai revolusi yang terbuka. Propinsi
yang lain mengikuti, pasukan Yuan Shikai bergerak
ke selatan untuk menaklukkan pemberontakan propinsi-propinsi.
Pada saat kampanye dimulai,Yuan Shikai wafat.
Sun Yatsen kemudian diangkat sebagi kepala pergerakan
Republik, yang sekarang diorganisir oleh partai
nasional, Kuomintang.
Kuomintang
pada saat itu hanyalah politik perluasan bangsa
dan pasukan kekuatan militer di berbagai Propinsi
dan kota yang diselenggarakan oleh komandan militer.Selama
tahun 1920, Kuomintang membangun kekuasaannya
itu sebagai kekuasaan tunggal dan seluruh China
menjadi dasar yang menyangkut Kuomintang, tak
mengherankan jika golongan militer disebut penembak
jitu.Setelah kematian Sun Yatsen karena kanker
di tahun 1925, Pemimpin militer Kuomintang, Jenderal
Chiang Kaishek mengambil alih kekuasaan.
Pada
tahun 1920-an komunis muncul di China. Dibantu
oleh pemerintah Komunis baru yang berdiri di Moskow,
Partai Komunis China didirikan di Shanghai tahun
1921. Untuk menjaga bagian sejarah berkenaan dengan
dogma Komunis, dimana terdapat permintaan revolusi
nasional sebelum revolusi sosialis, penasihat
asosiasi partai Komunis Rusia mendesak CCP untuk
bekerja pada pemerintahan Kuomintang.
Mengingat
adanya ancaman Komunis yang lebih serius dibandingkan
dengan konflik internal, Chiang Kaishek kemudian
melawan kebijakan untuk membunuh secara besar-besaran
dari kekuatan Komunis, ketika ada kesempatan.
CCP berada di bawah tekanan asosiasi partai Komunis
yang ingin mencoba bentuk kerjasama dengan kekuatan
nasional, yang selanjutnya ingin mendapat keuntungan
militer di kota mereka.
Kedua
kebijakan itu mendatangkan malapetaka bagi CCP.
Mao Zedong Pemimpin Komunis yang menyadari hal
buruk itu, Marxist-Leninist seorang ortodoks yang
mendapatkan akibat dari revolusi di China menawarkan
alternatif untuk mendirikan dasar Maoism.
Maoism
ditinggalkan dari sistem ortodoks Komunis dalam
deklarasi peryataannya untuk petani di daerah
pedalaman, bukan untuk pekerja perusahaan di kota,
sebagai dasar yang tepat bagi revolusi sosial
di China.Selain daripada ideologi politik baru,
kebutuhan yang praktis juga membantu berdirinya
sekolah Maoism berkenaan dengan taktik militer.
Sebagai kekuatan politik, yang banyak jumlahnya
dan lengkap peralatannya, Chiang Kaichek Kuomintang
sebagai Komunis yang bertentangan dengan kebijakan
pembasmian dari Chiang Kaichek, kekuatan Komunis
di bawah pimpinan Mao, memakai strategi gorila,
berdasar pada pengusikan kekuatan Kuomintang daripada
usaha mendapat kemenangan dari pertempuran yang
teratur. Ketika terjadi pertentangan dengan kekuatan
Kuomintang yang kuat , Komunis kembali dari Pangkalan
China dan pada bulan Oktober 1933, mereka mengadakan
Long March sejauh 8000 kilometer ke arah baratlaut
dari kota.
Dari
pertengahan tahun 1930 sampai dengan pertengahan
tahun 1940, konflik internal antara Kuomintang
dan Komunis sementara ditunda karena ekspansi
orang-orang Jepang ke wilayah China. Komunis China
tidak ingin melanjutkannya ke dalam perang sipil
yang mereka pikir dapat melemahkan kekuatan yang
dapat menentang penggabungan orang-orang Jepang
di China. Kekuatan sekutu dari Perang Dunia II,
khususnya Uni Sovyet dan Amerika tidak ingin Chiang
Kaishek melibatkan kekuatan militer China dalam
konflik internal tapi akhirnya malah seluruh kekuatan
itu diperintahkan untuk melawan Jepang.
Chiang
Kaishek, walaupun mendapat kepercayaan dari
orang-orang Amerika dapat menangani sendiri orang-orang
Jepang, tidak mengejar Komunis dengan keinginan
besar seperti permulaan tahun 30-an, mereka masih
beranggapan bahwa Jepang sebagai musuh yang utama.Mereka
menggunakan pembantu sekutu militer untuk melawan
Jepang, mereka tidak membantu dalam hal perlengkapan
dan juga keuangan, dan melindungi kekuatannya,
saat itu orang-orang Amerika dapat mengalahkan
orang-orang Jepang.
Setelah
kekalahan Jepang dan selesainya Perang Dunia II,China
dilanda perang sipil. Perang itu dimenangkan oleh
Komunis di tahun 1949, dipimpin oleh Chiang Kaishek
dan sisa dari pengikut Kuomintang lari ke Taiwan
dimana di sana mereka dilindungi dari pembinasaan
yang dilakukan oleh blokade angkatan laut Amerika.
back
to content page
|