|
Permulaan
Sejarah China
Setelah
Kublai Khan dari Mongol menaklukkan kerajaan
Nanchao, sejarah Yunnan menjadi bagian
dari seluruh sejarah Cina.
Untuk
memahami sejarah Yunnan sebagai sejarah Cina pada
umumnya, sangat penting untuk mengetahui sejarah
Cina dari awalnya.
Orang-orang
menuntut bahwa sejarah mereka dimulai dari dinasti
Xia periode 500 tahun abad tahun 2200
sampai 1700 sebelum masehi. Hal
itu diikuti oleh Dinasti Shang dari abad
1700 sampai 1100 sebelum masehi.
Walaupun tidak ada catatan sejarah dan penemuan
arkeologi, tokoh mitologi tetap menuntut tentang
dua dinasti itu.
Dinasti
ketiga yang dikenal di dinasti Cina bernama dinasti
Zhou sampai abad 221 sebelum masehi.
Dinasti Zhou menyumbangkan dua filosofi
dan kepercayaan penting. Khong Hu Chu dan
Tao. Khong Hu Chu berdiri dari abad 551
sampai 479 sebelum masehi, ia membangun standar
kehidupan sosial bagi orang-orang Cina sampai
tahun1911 ketika kaisar Cina jatuh dan muncul
perdebatan, Khong Hu Chu memberikan sumbangan
pada kehidupan social Cina hingga kini, walaupun
Cina menjadi negara komunis sampai 1949.
Pendiri
ajaran Tao adalah pendeta Budha Cina bernama Laozi.
Berbeda dengan Tao Khong Hu Chu bukanlah agama
yang berhubungan dengan dewa ataupun dewi, dan
bukan juga ajaran supranatural, ajaran Tao lebih
mengacu pada hal mistik.
Ketika
Dinasti Zhao akan masuk pada wilayah utama,
orang-orang China pertama kalinya bersatu di bawah
Dinasti Qin. Dinasti Qin hanya bertahan
selama 14 tahun, di masa pemerintahan kaisar Qin
Shihuang. Walaupun Qin Shihuang memerintah
dengan kejam, tapi ia memperkenalkan sistem administrasi
yang dipakai di berbagai tempat lebih dari 2000
tahun. Prinsip dari bentuk sistem administrasi
sangat kuat berlaku di pemerintahan yang ditentukan
oleh administrator serta disetujui oleh pusat.
Walaupun model Komunis Cina masih berpengaruh
pada sistem ini.
Setelah
Qin Shihuang wafat, putranya Liu menjadi kaisar,
walaupun Kaisar Liu tidak memiliki kemampuan
sebagai Pemimpin. Kemudian komandan Liu Bang bergerak
ke Ibukota kekaisaran dan menjatuhkan dinasti
Qin.
Liu
Bang kemudian mengumumkan dirinya sebagai
kaisar yang baru dan mendirikan Dinasti Han.
Keturunan Liu Bang memiliki kemampuan untuk memimpin,
dan dinasti Han berdiri selama 400 tahun
dari tahun 206 sebelum masehi sampai 220 masehi.
Dinasti Han tidak terorganisir dengan baik seperti
Dinasti Qin. Dinasti Han terlibat kasus korupsi
dan perpecahan. Setelah kaisar Han berakhir, abad
220 setelah masehi, Cina dibagi menjadi tiga
kerajaan, kerajaan Wu, Wei dan
Shu Han. Periode tiga kerajaan itu berakhir
sampai abad 589 setelah masehi. Pada saat itu
bukan hanya abad untuk tiga kerajaan, tapi juga
era dari kerusuhan internal, dengan masa kejayaan
dinasti yang singkat dan pergantian pusat kekuasaan.
Cina
bersatu kembali, dan diperintah oleh dinasti tunggal,
Jenderal Wi Barat, Sui, menaklukan hina Selatan
bukan untuk kepentingan kemenangan dinasti Wi
Barat tapi untuk untuk mengangkat dirinya sebagai
kaisar Cina.
Dinasti
Sui berakhir pada tahun 618 sebelum masehi
tapi menimbulkan dampak yang dalam bagi pembangunan
masyarakat China. Keahlian mayor dari dinasti
Sui adalah pembentukan resmi dalam hal pembangunan
Grand Canal, dimana sungai mengalir dari utara
ke selatan melalui Cina, dan ketika sungai mengalir
dari arah timur ke barat.
Walaupun
tidak sukses, dinasti Sui melakukan tiga perjalanan
militer ke semenanjung Korea, menjalankan pemerintahan
putra Sui, Yangdi. Ketika tentara Yangdi kalah
untuk ketiga kalinya, kaisar dibunuh oleh penasehatnya.
Jenderal Yangdi, Li Yuan, yang bermarkas di perbatasan
garnisun Taiyuan, mengambil kesempatan untuk merebut
tahta dan mendirikan dinasti Tang.
Dinasti
Tang berdiri dari tahun 618 sampai 907 sebelum
masehi dan merupakan dinasti yang memiliki masa
kejayaan dalam sejarah Cina. Selama berlangsungnya
dinasti Tang, sistem administrasi Cina kemudian
didirikan. Propinsi diperintah dengan persetujuan
administrator, yang selanjutnya dibagi dalam 300
administratif dan 1500 kabupaten.
Kemudian
Dinasti Tang memperlihatkan perkembangan di bidang
budaya, seni, ilmu dan agama yang sebelumnya tidak
dikenal dalam proses internasionalisasi Cina,
melalui pedagang asing yang tidak hanya membawa
barang dagangan tetapi juga mendirikan sekolah
baru untuk belajar.
Secara
politik Dinasti Tang jatuh. Di barat, tentara
Tibet menggedor garnisun Tang, dan di Yunnan,
kerajaan Thai, Nanchao mencoba melakukan ekspansi
ke Sichuan. Ketika sistem politik dan militer
dari dinasti Tang dikikis, tanah Cina menjadi
di bawah kepemimpinan kelompok bandit. Akhirnya
pada tahun 907 setelah masehi, perlindungan hukum
di bawah pimpinan Huang Zhao direbut oleh modal
dinasti Tang dan selanjutnya berakhir.
Selama
seperempat abad berikutnya, Komando militer saling
bertempur di wilayah yang dominan, untuk memperluas
kekuatan militer. Mereka percaya bahwa kabupaten
yang memiliki sejarah yang kaya dan panjang dapat
memperbanyak sistem legitimasi kekuatan politik,
hal ini merupakan hal yang biasa terjadi
di Cina.
Di
Eropa tengah, kekuatan politik harus dilegitimasi
oleh aturan turunan yang terperinci , juga oleh
perjanjian hirarki agama. Untuk naik tahta, salah
seorang harus mewarisinya. Dengan begitu, sejarah
akan menganggap pemerintah sebagai perebut kekuasaan.
Di
Cina, seperti juga di beberapa negara di Asia,
legitimasi kekuatan politik terletak pada pemiliknya.
Petani bahkan bandit dapat menjadi tentara, menaklukan
Ibukota, mengangkat dirinya sebagai raja atau
kaisar, dan mengharapkan persoalannya dapat menerima
ketentuan tanpa mendiskusikan apakah raja atau
kaisar baru dapat duduk di tahtanya.
Dalam
pemikiran Cina tradisional, jika pemerintah baru
bertahan dalam kekuatannya, ia harus dapat membuktikan
amanat dari surga untuk menjadi kaisar baru. Jika
pemerintah atau dinasti jatuh, hal itu membuktikan
bahwa amanat dari surga tidak berjalan dengan
baik.
Ketika
sistem Cina terlihat praktis, konsekuensinya pasti
mengikuti, diikuti oleh sekelompok individu yang
besar untuk mencobanya. Sebagai jenderal tidak
pernah merasa kuatir walaupun penduduk Cina akan
menerima mereka sebagai pemerintahan legitimasi
dimana mereka mempunyai kekuatan, sejarah Cina
banyak mempunyai contoh dimana jenderal menaklukan
raja-raja dan kaisar-kaisar. Pemimpin dari pemberontakan
yang terkenal biasanya tidak berhubungan dengan
pertempuran melawan ketidakadilan sosial, tapi
jika pemberontakan itu berhasil mereka mempunyai
tujuan untuk kekuatan politik sosial dan mendirikan
dinasti mereka. Penyerbuan asing dapat merebut
pengadilan Cina dan mengangkat diri mereka sebagai
kaisar. Dua dinasti mayor Cina secara etnis bukan
orang Cina, dua dinasti itu adalah dinasti Mongol
Yuan dan dinasti Manchu Qing.
Setelah
runtuhnya dinasti Tang pada abad 907 setelah masehi,
pemerintah regional, jenderal yang tidak setia,
pejabat tinggi kerajaan bahkan Pemimpin kelompok
bandit terlibat perang atara satu dengan yang
lainnya.
Pada
959, Zhao Kuangyin, Pemimpin penjaga
kerajaan di masa dinasti regional, meraih kekuatan
dari Pemimpin negara bagian yang sudah berumur
7 tahun. Tahun berikutnya Zhao Kuangyin,
menaklukan kerajaan regional dan berhasil menyatakan
seluruh Cina di bawah pemerintahannya. Akibat
dari Dinasti Song, yang mengadakan perjanjian
pada saat itu, Zhao Kuangyin merebut kekuasaan
dari anaknya yang menjadi raja pada tahun 959
sebelum masehi. Hal itu berakhir sampai 1279
masehi, ketika Kublai Khan mendirikan Dinasti
Yuan.
Dinasti
Song membawa pada Cina apa yang disebut sebagai
revolusi perdagangan. Salah satunya adalah memperkenalkan
uang kertas, yang digunakan dalam perdagangan.Kota
berkembang sangat cepat, ke arah yang lebih besar
seperti keadaan yang juga sedang terjadi di Eropa
pada saat yang sama. Revolusi perdagangan meluas
ke daerah luar kota dimana teknik pertanian diperkenalkan.
Tidak
seperti dinasti Cina sebelumnya, Dinasti Song
tidak runtuh karena penyakit tapi karena pembunuhan
yang dilakukan oleh pasukan dari luar yang tidak
mempunyai pengaruh. Pasukan dari luar itu berasal
dari sekelompok orang-orang Mongol, bencana itu
terjadi di bagian Asia dan Eropa timur. Mongol
disatukan tahun 1206 oleh Genghis Khan
dan mengacau bangsa-bangsa di sekitarnya. Genghis
Khan merebut Beijing (bukan Ibukota
China) di tahun 1215, perlakuannya mengalihkan
bagian lainnya ke kekaisaran yang lebih luas,
dinasti Song yang menjalankannya untuk beberapa
dekade. Cucu Genghis Khan, Kublai Khan
yang pada akhirnya menaklukkan Cina di
tahun 1279, termasuk kerajaan Yunnan Thai di Nanchao.
Meskipun Kublai Khan menaklukan China di tahun
1279, Dinasti Yuan didirikan Kublai Khan tahun
1271 sampai 1368.
Dibawah
kekuasaannya, Kublai Khan memperluas daerah
jajahan ke wilayah barat, tepatnya sampai ke Moskow
dan Baghdad.
Orang-orang
Mongol menyusun kembali pemerintahan Cina
dengan cara memiliterisasikannya. Sebelum serangan
gencar Mongol, secara luar biasa orang-orang
Mandarin yang berpendidikan telah menjadi
pilar dari system administrasi Cina, mereka dibawah
kekuasaan orang-orang Mongol, digantikan
oleh orang-orang yang telah naik jabatannya di
militer.
Ketika
orang-orang Mongol mengambil keputusan
mengenai semua hal penting dari kebudayaan Cina
sehingga menjadi tidak dapat dibedakan dari hal-hal
pokok orang-orang Cina yang sebenarnya, perbedaannya
dibuat secara politik, yaitu: semua etnik Mongol
dibebaskan dari membayar pajak sedangkan orang-orang
Cina diwajibkankan membayar semua pajak yang ada.
Ketidakadilan ini, adalah fakta yang berlaku pada
dinasti yang secara etnik adalah orang asing,
dan kemungkinannya ini adalah alasan utama mengapa
Dinasti Yuan bertahan selama lebih dari
100 tahun.
Orang
Cina asli, sama dengan orang Tao, dulunya
dinasti terakhir ini hanya dapat dibuktikan jika
memiliki "mandat dari surga", dan juga
dipercaya dimana mandat dari dinasti tertentu
telah dikeluarkan, hal tersebut akan mengalah
pada pemberontak atau pemberontak istana. Di dalam
pemikiran tradisional orang-orang Cina, kerajaan
yang sesungguhnya hanya ada di surga, tetapi tetap
yang melaksananakannya adalah orang-orang di dunia.
Efek dari filosofi politik orang-orang Tao adalah
sederhana dan praktis: setiap orang boleh mencoba
keberuntungannya dengan pemberontakan jika dia
sangat mengharapkannya. Apabila pemberontakannya
gagal, kemudian yang membuat suatu percobaan dengan
jelas tidak memiliki "mandat dari surga"
dan biasanya mereka dieksekusi. Bagaimanapun,
seorang pemberontak yang berhasil diambil sebagai
bukti bahwa mandat dari surga benar-benar
ada. Hal ini semata-mata hanyalah nyanyian kesuksesan
saja. Setiap orang dapat menjadi seorang kaisar
sepanjang ia dapat mengumpulkan kekuatannya.
Sesungguhnya,
sejarah orang-orang Cina kebanyakan adalah sebuah
teka-teki dengan pemberontakan, namun tentunya
tidak berhasil dalam membangun sebuah dinasti
baru di semua orang-orang Cina, pada tingkat pemerintahan.
Meskipun demikian, kelompok pemberontak memiliki
aturan yang berlaku di area perbatasan untuk beberapa
dekade, biasanya selama pemimpin yang karismatik
masih memegang kendali kekuasaan.
Biasanya
pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang sangat
kejam, menyingkirkan kompetisi yang potensial
dengan kedudukan mereka tanpa mengeluarkan airmata,
dan membuang para musuhnya mereka dapatkan dengan
cara yang efisien, yaitu dengan membunuhnya.
Secara
praktis para penemu dinasti baru Cina, walaupun
mereka adalah penjahat, jenderal yang tidak loyal
atau para pegawai pemerintahan, ditampilkan pada
tingkat yang tinggi dan secara kejam, serta di
tingkat yang tinggi tanpa rasa hormat pada ahli
waris mereka. Seringkali, kaisar terakhir dari
dinasti tersebut telah memiliki sedikit toleransi,
dan lebih tertarik pada seni, begitu pula para
selir mereka, daripada menekan pokok permasalahan
mereka.
Mekanisme
dari sejarah Cina ini telah menjadi jelas sampai
saat ini. Mao Zedong kemungkinan telah sangat
terpengaruh karena membaca sejarah Cina ini, seperti
ia telah membaca Marx, Engels dan
Lenin. Secara sungguh-sungguh ia menyamakan
dirinya sebagai penemu dari dinasti baru Cina.
Mao Zedong boleh percaya bahwa kekejaman
yang ia tunjukan selama Great Leap Forward dan
Revolusi Kebudayaan, serta pengulangan pembersihannya
terhadap Pesta Komunis, tidak terlalu penting
bagi alas an ideology namun lebih kepada menstabilkan
dinasti baru tersebut, aturan ini dibuat sendiri
olehnya, begitu pula pada Pesta Komunis. Kegagalan
ekonomi dari Great Leap Forward, sepertinya tidak
menjadi masalah besar baginya.
Seluruh
konsep dari pemberontakan yang dilakukan oleh
kelas terendah dari lingkungan social lebih berakar
pada pemikiran social orang-orang Cina daripada
pemikiran orang-orang Eropa. Ada beberapa peristiwa
di dalam sejarah Eropa dimana terdapat pemberontakan
petani, atau pemberontak hukum, adalah yayasan
dari dinasti yang baru. Beberapa kasus di Eropa,
selalu memiliki kekurangan legitimasi, dan setelahbeberapa
waktu kekuasaan lama dinormalkan kembali.
Dalam
sejarah orang-orang Cina, mereka tidak pernah
kembali. Dinasti tersebut telah diatur sedemikian
rupa untuk kebaikan. Pemimpin dari pemberontak
kelas bawah dapat membangun diri mereka sendiri
sebagai kaisar yang baru, dan selama sisa-sisa
dinasti masih berkuasa, kaisar baru tersebut adalah
suatu masalah legitimasi.
Kemudian
hubungan yang lain antara Revolusi Komunis
dari abad ke-20 dan pemberontakan petani di awal
periode ini. Mereka sering mengikuti ideologi
dari negara Utopia.
Hal
tersebut seperti pemberotakan petani di pertengahan
abad 14 yang mengalahkan Dinasti Yuan.
Pemimpin dari pemberontakan itu adalah Zhu
Yuanzhang, anak yatim-piatu yang diadopsi
di kuil Budha sebelum ia menjadi pemimpin dari
salah satu kelompok pemberontakan yang ia persatukan.
Ia mengakhiri Dinasti Yuan pada tahun 1368
dan menjadikan dirinya sebagai kaisar yang baru,
hingga didirikankanlah Dinasti Ming.
Ketika
mendeklarasikan dirinya sebagai kaisar uang baru,
Zhu Yuanzhang mengganti namanya menjadi
Hongwu. Selama masa pemerintahannya, ia
memimpin perluasan pengusiran tersebut, terutama
antara yang berpendidikan. Lebih dari 10.000 laki-laki
yang terpelajar dan anggota keluarga mereka dieksekusi.
Pada
awal tahun pemerintahan Dinasti Ming, sistem
pemerintahan Ganda di Cina didirikan, dengan Beijing
dibagian utara dan Nanjing dibagian selatan.
Sebenarnya Beijing, secara harfiah tidak
berati apa-apa kecuali "Ibukota bagian Utara",
dan Nanjing adalah "Ibukota bagian Selatan",
Jing berasal dari kata Mandarin untuk kata "ibukota",
Bei untuk "utara", dan Nan untuk "selatan".
back
to content page
|