pt.asiamaya dotcom indonesiaH O M Etravel / wisata
Pandu Asiamap / peta indonesiaMaps Jakarta with PhotosSingapore Streets AtlasIndonesia GuideAsia GuideTravel AsiaHotel BookingsApartments in Jakartadictionary / kamusIndonesia - EnglishVIP / Figur IndonesiaBintang IndonesiaTokoh IndonesiaInternational FiguresBintang IndiaBintang MeksikoBintang MalaysiaBintang MandarinInternational CelebritiesSports / OlahragaPemain SepakbolaKlub Sepakbola
Business / BisnisPublic CompaniesHealth / KesehatanBerita KesehatanJamu InformationNutrisiLaw / HukumKonsultasi HukumUndang-undangBerita HukumEducation / PendidikanPerguruan TinggiDirectory / DirektoriIndonesia ISPPostal RatesCompany Profile

Philipina


Danau Sebu


Di pinggir negara Philipina terdapat Danau Sebu (365 hektar) yang merupakan danau yang menakjubkan dan sebuah perjalanan yang indah pagi para pecinta alam. Perjalanan melalui ketinggian sekitar 1000 meter, dan keadaan iklmnya cukup dingin. Danau Sebu mengairi Lembah Allah yang subur. Surallah terletak di dekat danau Sebu dan merupakan kotamadya utama yang dihuni oleh suku Tibolis dan terkenal dengan kerajinan logammnya. Suku Tibolis merupakan penduduk mayoritas sementara yang lainya adalah suku Ilonggo. Di Surallah tidak tersedia penginapan.

Jalan antara Koronadal dan Surallah cukup bagus. Perjalanan terakhir dari Surallah kembali ke Koronadal sekitar pukul 17:00.
beberapa Jeepney dari Surallah ke danau Sebu berangkat pada siang hari meskipun penumpang penuh. Jalan menuju ke danau cukup berat. Penginapan di danau tersedia di Rumah Tamu Kotamadya. Rumah Tamu ini memiliki 2 tempat tidur dengan biaya 25 Peso, dilengakpi dengan dapur jika ingin menginap, penginapan pribadi telah di sediakan oleh Walikota denga harga yang sama.

Diakhir tahun 80 an, banyaknya emas di lahan-lahan Tiboli telah membuat kebanyakan dari suku Tibolis kaya. Tambang emas Tiboli dulu dan hingga sekarang terdapat di lahan yang hanya seluas 24 hektar dari seluruh luas wilayah yang mencapai 5,224 hektar yang di diawasi oleh Kantor Komunitas Kebudayaan Dibagian Selatan. Seperti yang dilaporkan oleh Manuel Baliao dalam Tanya Jawab Harian Philipina pada tanggal 29 Juni tahun 1991, hanya 35 dari 106 terowongan yang telah digali dan beropersi penuh pada saat itu.

Dibandingkan dengan tempat tambang emas Gunung Diwalwal di propinsi Davao, tempat tambang emas Tiboli diawasi lebih baik walaupun dikedua daerah tersebut kehadiran beberapa perwakilan pemerintah yang efektif, menurut Manuel Baliao, masih di perlukan. Perbedaan di Tibolis di buat oleh kepala Pusat Pelayanan Kantor Komunitas Kebudayaan Dibagian Selatan (OSCC) Tiboli dan Walikota Tiboli, Dad dan Mai Tuan bersaudara berturut-turut mengawasi tambang tersebut.


Setelah Tuans di dituduh dalambeberapa laporan di koran mengenai pengambil alihan kendali terhadap beberapa operasi pertambangan dengan cara Mafia, walikota Tuan melaporkan Manuel Balio:" Saya telah memiliki dana untuk menguasainya, tetapi hanya dalam pengertian bahwa saudara-saudra saya dan saya telah memiliki hak untuk memegang beberapa posisi yang berpengaruh yang mengizinkan kami untuk meminta beberapa orang untuk mengerjakan apa yang kami minta dengan mematuhi beberapa peraturan yang menyangkup dalam segala aspek tentang beberapa kegiatan pertambangan."

Dad Tuan dari OSCC, yaitu seorang pilot helikopter terlatih Amerika Serikat mengatakan : " Kami adalah pelayan masyarakat bukan monster. Kami ingin memelihara peraturan dan disiplin disini. Selain itu, kami tidak mencampuri urusan-urusan masyarakat yang datang untuk melakukan beberapa bisnis. Apa yang sedang kamu lihat adalah perusahaan yang bebas dalam melakukan usahanya."

Selain Dan dan Mai Tuan, saudara Fludi Tuan adalah seorang Presiden Asosiasi Perkembangan Pertambangan Tiboli, sementara yang lainnya yaitu Yani Tuan memimpin Asosiasi Para Pembeli Emas Terpadu Tiboli.

Manuel Baliao melaporkan bahwa tambang emas telah mencapai puncaknya pada pertengahan tahun 1989, dan memungkinkan bagi kota Tiboli (sebuah pembinaan administratif yang melingkari Surallah dan disekitar perkampungan) untuk mengungguli semua kota Cotabato Selatan lainnya dalam pengumpulan total pajak. Pada tahun 1990. lebih dari 4 juta Peso telah dihasilkan.

Pada tahun 1989 dan 1990, dinas pemerintahan memperkirakan total produksi emas pada 1,704 kilo dihargai sebanyak 3,4 milyar Peso. Disebabkan tidak adanya Bank Sentral yang mengesahkan tempat pembelian emas di Tiboli, maka diyakini bahwa sebahagian besar dari emas Tiboli yang bernilai tinggi telah dimonolopi oleh para pedagang emas ilegal dan diseludupkan ke luar negara. Asosiasi Para Pembeli Emas dibawah kepemimpinan Yani Tuan, menurut beberapa dakwaan telah mengganggu cabang Bank Sentral di Davao untuk mendirikan tempat pembelian di Tiboli tetapi tidak berfaedah.

Seperti yang telah dijelaskan oleh Manuel Baliao, bahwa perkembangan telah diwujudkan kedalam statistik yang sangat menarik. Setidaknya terdapat 10 keluarga Tiboli telah menjadi jutawan dan lebih dari ratusan keluarga Tiboli sekarang ini bisa diklasifikasikan ke dalam ekonomi kelas menengah ke atas.

Dilaporkan bahwa 50 persen penduduk telah mendaftar masuk sekolah di kota Tiboli yang dapat dijelaskan bahwa kenyataannya bahwa lebih banyak dari keluarga-keluarga Tiboli saat ini mampu mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah yang lebih baik yang terdapat di kota.

Kemungkinan besar pengaruh yang sangat kuat yang dibawa oleh pertambangan emas tersebut ialah telah meningkatnya status sosial sebahagian penduduk Tiboli dari ketergantungan dan penindasan menjadi mandiri dan mulia.

Manuel Baliao telah mengutip perkataan Walikota Tuan yaitu :" Untuk pertama sekali, masyarakat Tibolis dapat menjaga diri mereka sendiri tanpa tergantung kepada para penderma dan pertolongan dari pemerintah nasional. Biarkan saja para pembual kami, termasuk mereka yang disebut kelompok-kelompok berorientasi, fikirkanlah hal tersebut.

Kebalikan dari beberapa dugaan tentang para pengkritik, Tuan berkata menurut Manuel Baliao, bahwa tambang emas tidak dibuat untuk merusak kebudayaan Tiboli: "Tibolis akan meyelamatkan nyawa, berkembang dan berkilau seperti emas yang ditemukan di bawah tanah-tanah mereka," seperti yang diakui oleh pemimpin spiritual dan politik mengenai 80,000 masyarakat suku Tiboli yang tinggal di Propinsi Cotabato Selatan.



Lebih Lanjut Mengenai Mindanao Selatan :

- Geografi
- Penduduk
- Kota Cotabato
- Koronadal
- Kota Jendral Santos
- Digos
- Kota Davao
- Pulau Samal
- Taman Nasional Gunung Apo
- Tagum
- Festifal
- Transportasi

 


This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/philipina/e-19somi/ep-som14.htm
Copyright Asiamaya.com 2000
PT Asiamaya Dotcom Indonesia