pt.asiamaya dotcom indonesiaH O M Etravel / wisata
Pandu Asiamap / peta indonesiaMaps Jakarta with PhotosSingapore Streets AtlasIndonesia GuideAsia GuideTravel AsiaHotel BookingsApartments in Jakartadictionary / kamusIndonesia - EnglishVIP / Figur IndonesiaBintang IndonesiaTokoh IndonesiaInternational FiguresBintang IndiaBintang MeksikoBintang MalaysiaBintang MandarinInternational CelebritiesSports / OlahragaPemain SepakbolaKlub Sepakbola
Business / BisnisPublic CompaniesHealth / KesehatanBerita KesehatanJamu InformationNutrisiLaw / HukumKonsultasi HukumUndang-undangBerita HukumEducation / PendidikanPerguruan TinggiDirectory / DirektoriIndonesia ISPPostal RatesCompany Profile

Philipina


Pulau Panay

Panay adalah salah satu pulau yang secara ekonomi berkembang dengan pesat di nusantara. Hal ini adalah dampak dari peristiwa politik yang terjadi pada pertengahan abad ke-19 ketika Inggris di desak Spanyol untuk mengajak Philipina agar mau bergabung di pasaran dunia. Setelah itu, kapitalis Scotch Nicolas Loney telah membawa agribisnis modern ke Panay dan Negros dengan peresmian perkebunan gula. Tetapi Panay lebih baik dibandingkan Negros bahkan sebelumnya telah dikelola dengan baik tetapi bukan merupakan industri rumah yang modern. Bahkan sampai saat ini, Panay terkenal dengan keahlian menenun dan membuat barang pecah belah dari tanah yang berkualitas baik.

Penanaman tebu di daerah Panay telah dipusatkan di sekitar Kota Iloilo. Sebagai daerah yang luas yang juga merupakan bagian dari Panay, beberapa daerah diantaranya disediakan untuk menanam padi. Bagian termiskin di pulau ini adalah, seperti yang selalu ada di Philipina, daerah pegunungan yang menjadi permasalahan di Panay adalah karena bukan di pusat pulau tetapi di pantai barat.

Beberapa pulau kecil di pantai utara terkenal di dunia karena keindahan pantainya. Yang sangat terkenal adalah Boracay yang dikembangkan untuk tujuan yang lebih terarah untuk pemuda Eropa yang mengunjungi Negri ini.

Kalibo, kota dekat Boracay, yang tercatat pernah di serbu orang asing sebelumnya. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1213 dimana sekelompok besar Bornean Malaya mendarat untuk menerangkan dan menetap. Panay, pada waktu itu, sebagian besar penduduknya dihuni oleh Negritos. Bornean Malay yang merupakan pimpinan Negritos, bagaimanapun, memilih untuk tidak mengambil alih pulau itu dengan pemaksaan tetapi cukup membeli dari penduduk asli. Sesuai dengan kontrak yang telah dibuat antara Datu (kepala suku) Puti dari Bornean dan kepala suku Marikudo dari Negritos.

Sebagai suatu kelonggaran untuk Negritos yang mungkin telah melarikan diri dari perjanjian, penghuni tetap baru Malay akibat pesta telah menghitamkan kulit mereka dengan batubara agar lebih terlihat seperti Negritos, atau Ati, seperti nama mereka sendiri dan dipanggil dalam bahasa daerah. Tradisi pesta dengan menghitamkan kulit agar terlihat seperti Ati masih tetap aktif sampai saat ini; contohnya adalah Festival Ati-Atihan di Kalibo dan seluruh Negri.

Bahkan pada waktu permulaan Malay, Panay telah dibagi menjadi tiga daerah kekuasaan : yaitu dataran sebelah selatan (Irongiron, Iloilo terakhir), pegunungan sebelah barat (Hamtik, Antique terakhir, sebuah nama yang dipilih oleh Spanyol yang seyogyanya untuk menyamakan namanya dengan nama penduduk asli), dan perbukitan sebelah utara (Capiz).

Bahkan dalam sejarah sebelum Spanyol , Panay telah mengalami kemajuan dalam peradaban dibandingkan dengan kebanyakan pulau-pulau di Philipina. Karena itu, sebagai contoh adalah peraturan Datu Kalantiao di Capiz pada abad ke-15. Sekitar tahun 1433, dia telag mengarang sekumpulan tulisan mengenai hukum untuk kerajaannya, sehingga dia disebut sebagai Code Kalantiao.

Spanyol singgah di Panay pada tahun 1569. Miguel de Legazpi telah menjajah sebagian pulau dan menobatkan Jendral Gonzalo Ronquilloas sebagai gubernur Spanyol pertama di Panay. Selama beberapa tahun, kota Arevalo telah menduduki pemerintahan propinsi Spanyol, tetapi pada tahun 1581, dipindahkan ke Iloilo.

Dewasa ini, NPA hadir di seluruh pulau, tetapi lebih kuat di pegunungan sepanjang pantai barat dibandingkan di dataran-dataran. Di sana pernah terjadi penyerbuan terhadap aula kota dan datasemen angkatan kepolisian dalam beberapa tahun, tetapi biasanya, pemberontak Panay katanya memiliki pendekatan yang sangat lembut dibandingkan Negros atau Mindanao. Mereka lebih menitik beratkan kepada pendidikan dan bangunan untuk kepentingan masyarakat yang berdasarkan kepada suatu organisasi daripada aksi-aksi kemiliteran. Meskipun, terpancing dengan beberapa penyerbuan NPA, terutama propinsi Capiz yang memperkuat kemiliteran dalam beberapa tahun. Kehebatan operasi NPA di Panay telah meledakkan beberapa jembatan di daerah pinggiran Iloilo pada bulan Januari tahun 1987.

Informasi selanjutnya mengenai Panay :

- Geografi
- Jumlah penduduk
- Susunan Politik
- Kota Iloilo
- Pulau Guimaras
- Pulau Gigantes
- Pulau Sicogon
- Kota Roxas
- Kalibu
- Transportasi

Informasi selanjutnya mengenai Visayas Barat :

- Negros
- Panay
- Boracay

 

 


This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/philipina/e-15wevi/ep-wev11_a.htm
Copyright Asiamaya.com 2000
PT Asiamaya Dotcom Indonesia