|
Taman
Nasional Basey dan Sohotan
Basey
memiliki gereja pada abad ke 17 yang bermanfaat untuk
dikunjungi dan merupakan titik balik untuk melanjutkan
perjalanan yang bisa tembus langsung ke Taman Nasional
Sohotan. Nama ini berasal dari Waray yaitu kata pagsusuhoton
yang artinya jalan tembus.
Taman
nasional ini memiliki formasi batu alam, hutan yang
belum dijamah, air terjun dan menara karang. Di sana
terdapat tiga gua : yaitu Sohotan, yang sangat hebat;
Panhulungan I, yang terbesar, dan Bongasan III. Semuanya
memiliki endapan berbentuk kerucut dan panjang bulat,
dari kekayaan air mineral yang berderai, yang disebut
stalactites (turun) dan stalagmites (naik) dan berasal
dari Sungai Cadacan. Sungai ini juga disebut "sungai
emas" karena warnanya kemerah-merahan yang melumuri
tanah liat. Gua ini memiliki banyak kamar dan masing-masing
kamar memiliki perbandingan sendiri, diantaranya : ada
satu kamar yang mirip istana, dan yang lainnya berbentuk
katedral, sedangkan beberapa kamar lainnya kelihatan
seperti sebuah ruang dansa. Penggalian Arkeologi oleh
Fr. Earl Hutterer yang mengatakan beberapa formasi lainnya
berbentuk batu tua.
Gua
ini memiliki arti sejarah sejak pemberontakan Philipina
yang digunakan mereka sebagai tempat persembunyian selama
perang antara Spanyol - Amerika.
Untuk
menelusuri taman ini, sebuah gandungan (bangka) yang
mungkin bisa disewa di Basey atau di dermaga Tacloban.
Basey adalan perjalanan yang mudah dari Tacloban dengan
menggunakan jeepney yang berangkat dari pelabuhan Tacloban.
Informasi
selanjutnya mengenai Samar :
-
Pulau
- Geografi
- Jumlah penduduk
- Catarman dan Sekitarnya
- Pulau Dalupiri
- Kota Calbayog
- Catbalogan
- Borongan
- Guinan dan Sekitarnya
- Transportasi
Informasi
selanjutnya mengenai Visayas Timur :
-
Leyte
- Samar
- Romblon
|