|
Calapan
Meskipun
sebagai ibukota Mindoro Timur, kota ini hanya memiliki
sedikit prasarana yang ditawarkan kepada turis tidak
termasuk motor ferry yang menghubungkan ke Batangas
sekitar 3-4 jam setiap hari. Bahkan ini telah diakui
oleh pemerintah kota yang sebaliknya tidak melupakan
kesempatan untuk mengagungkan kota. "Calapan adalah
tempat turis yang tidak diketahui," brosur negara
di kota, yang dipublikasikan oleh Municipal Planning
dan kantor pemerintah.
Dengan
kata lain, penulis brosur menemukan kebesaran untuk
mengangkatnya : "Calapan seperti saat ini - penuh
dengan kegiatan dan kegembiraan, suatu alat menuju pembangunan
tinggi yang masih memelihara kebudayaan yang sederhana
dan beragam - dimulai sebagai sebuah mimpi. Mimpi yang
telah dibuktikan menjadi realita yang ekstrim didorong
oleh pemimpin Calapan yang bagus, orang yang disimpulkan
sebagai pemimpin yang jujur ...........toleransi, kuat,
masih memiliki hati yang lembut, sopan, beragama, intelegen,
pintar dan aktif."
Superman
? tanda yang sangat jauh. Walikota Umali adalah seorang
wanita dan berumur 71 tahun (umurnya yang biasanya dalam
brosur tidak tertera). Pengarang brosur negara mengatakan
bahwa Dia telah pergi untuk mengundurkan diri di US
tetapi, menurut brosur Calapan, "Dia turun dari
surga - dengan kerendahan hati berjalan dan menyentuh
tangan orang-orang miskin untuk mendengar sentimen mereka.
Dia menggerakkan surga dan bumi untuk meningkatkan kebutuhan
mereka, dan Dia menunjukkan keberaniannya menentang
pemisahan sistem administrasi para pendahulu, yang membedakan
dunia dari sendok perak dan gambaran kemiskinan yang
menyakitkan."
Ketatausahaan
Calapan dan perkampungan di sekitarnya merupakan bagian
dari kota, menurut figur kota, pada tahun 1988 jumlah
penduduk yang digabungkan lebih dari 100,000 (menurut
sensus nasional pada tahun 1990, hanya di atas 86,000).
Kota ini telah didirikan pada tahun 1679 sebagai anjungan
untuk jemaah gereja Baco. Terakhir, perannya telah dibalik
dan Baco menjadi barrio dari jemaah gereja Calapan pada
tahun 1903, Calapan telah dijuluki sebagai ibukota propinsi
Mindoro Timur - posisi sebelumnya yang diselenggarakan
oleh Puerto Galera.
Anak
Calapan yang lebih terkenal kemungkinan adalah Macario
Adriatico (10 Maret 1869 - 14 April 1919), seorang anggota
parlemen, pengacara ilustrado, juru pidato dan orang
Philipina pertama yang menjadi anggota Akademi Madrid.
Dia juga Pimpinan Philipina pertama dari Perpustakaan
dan Museum Philipina (saat ini berpisah menjadi Perpustakaan
Nasional, Museum Nasional dan Arsip Nasional); Jalan
Adriatico di Ermita, Manila, nama setelahnya.
Kehidupan
orang Jerman di puncak bukit Balite, yang mungkin merupakan
tempat dengan pemandangan indah di seluruh Calapan.
Festival
Sanduguan diselenggarakan pada tanggal 18 May sampai
23 May.
Penginapan
Hotel
Riceland I - kota, Telp : 594; kamar 40-280
Hotel
Riceland II - Barangay Nacoco, Telp : 1390
Canonero
I - Barangay Nacoco, Telp : 1547
Canonero
II - Barangay San Vincente, Telp : 1257
Domini
- Barangay San Vincente, Telp : 1235
Pondok
Timur - Barangay Ilaya
Casablanca
- Barangay San Vincente, Telp : 1073
Villa
Verde - Barangay Ibaba, Telp : 1444
La
Suerte - Barangay Ibaba, Telp : 1254
Rumah
Pondok Sonny - Barangay San Antonio
Losmen
Perjalanan - San Vincente, Telp : 1926; kamar 35-100
Serbaaneka
Restauran
terbaik di kota adalah Palayok. Ini merupakan pedusunan
dengan hiasan Philipina dan menyediakan masakan penduduk
asli yang beragam. Brosur kota memiliki daftar 9 klub
malam yang dibanggakan (di tempat yang lebih banyak
daya tarik turisnya : Main Deck dan El Jardin Music
Lounge di kota, Capiz dan Taman di Barangay San Vincente
Barat, Hari besar di Barangay San Vincente Timur, pantai
Capricho dan Calero di Barangay Calero, Kamalig di Lalud
dan Diskotik Salakot di Barangay Tawiran.
Rumah
sakit Propinsi Mindoro Timur (Telp : 1842) yang merupakan
rumah sakit terbesar di kota.
Perkampungan
Mangyan
Eric
Gamalinda adalah tempat belajar di perkampungan Mangyan
dekat Calapan dan dipublikasikan sebagai hasil dari
Daily Globe pada tanggal 13 Agustus 1989; berikut uraian
didasari dengan perhitungannya.
Beberapa
perkampungan, sebenarnya hanya sekelompok pondok, yang
dapat ditemukan di lereng bukit Gunung Halcon, kira
-kira 1 (satu) jam perjalanan di sebelah barat daya
Calapan. Utusan dari bagian-bagian protestan yang beragam
adalah beberapa orang diantaranya adalah berasal dari
daratan rendah yang bersusah untuk datang ke sini membantu
Mangyan yang tergolong kepada kelompok Alangan. Di satu
perkampungan terdiri dari 14 pondok dan 40 penduduk
dan Sinay yang telah dikristenkan, setelah Sinai, sebelum
Kristen gunung Sinai Peninsula yang suci berada di Mesir,
Mangyan memiliki lapangan bola basket yang penuh dengan
kotoran bahkan juga setiap barangay di Philipina tetapi
keranjang dibuat dari tenunan yang sama sebagai hasil
kerajinan yang mereka buat.
Para
utusan ini juga membuat bubungan mereka dengan penyebaran
bibel, ditulis logat lokal, dan mendorong para penduduk
untuk belajar membaca. Laki-laki di perkampungan itu
turun ke daratan rendah untuk saling bertukar kerajinan
tangan untuk barang yang tidak mereka produksi dan ini
tetap terpelihara di lingkungan kota. Para wanita dan
anak-anak jarang meninggalkan perkampungan. Mereka dikenal
pemalu seperti yang mereka percayai, sama halnya seperti
beberapa masyarakat primitif di seputar dunia, dari
foto-foto itu terlihat para laki-laki ditangkap dan
bisa menyebabkan mereka mati karena penyakit. Kekurangan
gizi dan penyakit adalah kenyataan yang menjadi permasalahan
utama di sekitar perkampungan ini. Perkampungan ini
sangat terpencil sehingga menghalangi upaya kantor kesehatan
Calapan untuk mengurangi penyakit yang biasa diderita
penduduk. Makanan pokok Mangyan adalah akar umbi (camote),
ditukar nasi dan keberanian yang langka ditambah permasalahan
kesehatan dengan sedikit persediaan protein dan vitamin.
Anak-anak menderita bisul yang keras.
Permasalahan
lainnya adalah pertengkaran politik setempat yang memperebutkan
kepemilikan lahan. Mangyan yang lebih tua mengguggat
hak lahan milik keturunan leluhur, tetapi politikus
setempat telah mendapatkan gelar dan dokumen dan ini
menjadi kesempatan yang lebih baik untuk kepemilikan.
Selama pemilihan setempat yang aktual, satu kandidat
mengirimkan kata penawaran atas kepemilikan Mangyan
atas lahan mereka dengan menukar suara mereka. Tidak
ada yang terjadi setelah itu.
Di
sana terdapat tujuh suku Mangyan di Mindoro, dan mungkin
Hanunoo di bagian selatan lebih maju seperti : mereka
memiliki bahasa dan kebudayaan mereka sendiri. Suku
lainnya adalah, menurut Fr. Maramot, seorang utusan,
"primitif", dan Alangan Mangyan yang mungkin
beberapa dari banyaknya suku primitif masih ditemukan
sampai saat ini di Philipina.
Eric
Gamalinda met one young Alangan man who was more advanced
than all others. He had read portions of a Protestant
Bible and was able to give some explanations on the
tribe. He related that Alangan Mangyans cannot count
beyond 10, that older residents have no names, that
many words in their dialect are adapted from Tagalog
and Visayan, and that residents rush inside at the sight
of strangers and peek out of small holes in the walls
out of fear. "What are they afraid of?" Gamalinda asked
the young native. He responded: "They are afraid of
you.'' (For more details on Mangyans please see Chapter
People).
Eric
Gamalinda bertemu seorang pemuda Alangan yaitu seorang
lelaki yang lebih maju dibandingkan dengan yang lainnya.
Dia telah membaca bagian dari sebuah Bibel Protestan
dan telah mampu memberikan beberapa pemaparan kepada
sukunya. Dia memaparkan bahwa Alangan Mangyan tidak
dapat menghitung lebih dari 10, bahwa penduduk lama
tidak memiliki nama, bahwa beberapa kata-kata dalam
logat mereka adalah penyaduran dari Tagalog dan Visayan,
dan bahwa penduduk menyerang setiap orang asing dan
mengintip dari lubang kecil di dinding karena takut.
"Apa yang mereka takutkan ?" Gamalinda ditanya
oleh pemuda penduduk itu. Dia menanggapi : "Mereka
takut padamu." (Untuk lebih detail mengenai mangyan
silahkan lihat Bab Penduduk).
Informasi
selanjutnya mengenai Mindoro :
-
Pulau
- Geografi
- Jumlah Penduduk
- Puerto Galera
- Roxas
- San Jose
- Mamburao
- Transportasi
|