pt.asiamaya dotcom indonesiaH O M Etravel / wisata
Pandu Asiamap / peta indonesiaMaps Jakarta with PhotosSingapore Streets AtlasIndonesia GuideAsia GuideTravel AsiaHotel BookingsApartments in Jakartadictionary / kamusIndonesia - EnglishVIP / Figur IndonesiaBintang IndonesiaTokoh IndonesiaInternational FiguresBintang IndiaBintang MeksikoBintang MalaysiaBintang MandarinInternational CelebritiesSports / OlahragaPemain SepakbolaKlub Sepakbola
Business / BisnisPublic CompaniesHealth / KesehatanBerita KesehatanJamu InformationNutrisiLaw / HukumKonsultasi HukumUndang-undangBerita HukumEducation / PendidikanPerguruan TinggiDirectory / DirektoriIndonesia ISPPostal RatesCompany Profile

Philipina


Propinsi

Marinduque adalah salah satu daerah di nusantara yang kena benturan paling buruk karena badai Sisang pada bulan November 1987. Badai Sisang ini menghancurkan sekitar 70% panen pulau ini dan membuat ribuan orang menjadi tunawisma, selama beberapa tahun kemiskinan begitu nyata di Marinduque.

Kecuali untuk padi, biasanya menanam padi hanya untuk pemakaian sendiri, yang merupakan panen utama di pulau ini, dan kelapa dihasilkan dalam jumlah besar hanya untuk diekspor. Kerusakan pohon-pohon ini membutuhkan beberapa tahun untuk memperbaikinya kembali, panen yang normal tidak dapat diharapkan sebelum tahun 1992.

Marinduque adalah tujuan utama para turis karena festival Moriones yang diselenggarakan untuk menghormati Longinus tentara Roman di Boac, Gasan dan Mogpog.

Nama Moriones diambil dari kata Spanyol yaitu 'Marion' yang artinya topeng atau helm. Konquistadores Spanyol telah memakai Moriones. Asal festival berasal dari Mogpog dan pada tahun 1807 ketika imam jemaah gereja kota, yaitu Fr. Dionisio Santiago, menyelenggarakannya untuk pertama kali. (ketika penelitian tanggal dibuat dengan tidak menentu, kebanyakan Marinduquenos setuju bahwa festival Moriones berasal dari Migpog yang pada waktu itu kotamadya ini masih di bawah kekuasaan Boac).

Para peserta yang bermain dalam festival itu kebanyakan laki-laki semua. Dengan tema mengenai penyaliban hari Jum'at yang bagus, di tempat lain di Philipina yang ikut berpartisipasi dalam peran utama biasanya didasari dengan sebuah janji keagamaan. Untuk berpartisipasi dipertimbangkan harus ada suatu penebusan dosa karena hati para peserta harus sabar di bawah topeng kayu yang berat dan di dalam pakaian mereka.

Festifal terakhir dari 'Senin yang Suci' (dalam istilah Philipina, hari senin sebelum Minggu Paskah) sampai hari Minggu Paskah. Selama seminggu laki-laki memakai topeng mereka untuk menyamar sebagai tentara Roman yang berpura-pura meneror rakyat kota, menakuti anak-anak dan semua jenis permainan tipuan. Hanya pada hari Minggu Paskah, karakter Longinus yang bermata satu datang ke dalam permainan ini dengan versi orang dewasa yang bersembunyi dan yang mencari. Peran Longinus, yang memakai topeng dengan mudah dibedakan dari orang lain, untuk menghindari karakter lain dalam tontonan dengan bersembunyi dan melarikan diri ketika sewaktu-waktu 'Tentara Roman' datang mendekatinya.

Sebelum Longinus ditemukan, dimulai perburuan liar melewati jalan-jalan, rumah-rumah, lapangan dan sungai-sungai. Akhirnya, Longinus terbekuk dan dibawa ke sebuah jenis keraton dimana 'Penemu Roman' yaitu Pilate dan Pharisees telah menunggunya. Dia dibuat bersujud, untuk dihukum dan 'dipenggal kepala'.

Pemenggalan kepala dalam kasus ini adalah tentunya hanya merupakan eksekusi tipuan, meskipun pengarang ini tidak akan terkejut nantinya, seorang fanatik agama akan mengorbankan hidupnya dalam beberapa usaha untuk melakukan kembali sebuah episode dalam kitab Injil. Secara agama bunuh diri dimotivasi telah terjadi di Philipina dan terjadi lagi. Dan setiap tahun pada hari Jum'at yang Suci, ribuan orang Katolik yang fanatik sukarela setuju untuk dicambuk oleh sekumpulan pemain ketika melakukan kembali perjalanan ke Golgotha. Ini telah menjadi peristiwa berdarah; tetapi jika tidak demikian tidak akan memenuhi keaslian di sana yang merupakan suatu nilai di Philipina, orang yang benar-benar dan sebenar-benarnya diri mereka dipaku untuk disalib setiap Hari Jum'at yang Suci. (untuk perhitungan saksi mata, silahkan lihat catatan, tepatnya ditemukan di bab hiburan).

Tontonan Moriones hingga saat ini tidak cukup pantas sebagai akibat dari keseriusan penyaliban yang membawa mati, meskipun di dalam arus pertengahan abad baru dari kebangkitan kembali agama, terutama di negara-negara Islam tetapi di dunia Katolik lebih utama berada di Philipina, hal ini tidak bisa diatur keluar sebagai kemustahilan yang mengatakan bahwa beberapa orang yang fanatik akan sama kesediaannya untuk mengorbankan hidupnya selama penetapan kembali ini di mana dirinya akan menjadi syahid bergaya modern saat ini.

Berikut adalah kutipan dari brosur yang dicetak oleh pemerintah setempat, yang merupakan salah satu kota di propinsi Boac atau Marinduque (seluk-beluknya tidak dapat di tunjukkan), untuk menceritakan kepada para turis mengenai festival Moriones. Kutipan ini menceritakan kisah Longinus tentara Roman, dimana diselenggarakannya festival ini untuk menghormatinya.

Kutipan ini dengan sengaja meninggalkan yang tidak dikoreksi karena itu tidak hanya memberikan informasi mengenai sejarah pribadi Longinus tentara Roman (dalam hal ini tidak ada sumber yang netral) tetapi juga merebut kehormatan masyarakat Marinduque yang merasa mereka diangkat menjadi pahlawan : "Kisah Longinus, Roman Centurion yaitu orang yang berubah masuk ke agama Kristen yang tercatat dalam Gospel, yang memiliki tenunan cantik yang menjadi barang tenunan kebudayaan masyarakat Marinduque berupa hiasan dinding permadani yang berwarna, luar biasa dan berseni. Menurut Longinus Dia menemukan sejarah itu sendiri yang dihubungkan dengan kisah kepentingan Kristus. Gospel tidak menemukan adanya kesalahan dengan kemarahan opini umum yang mengkhawatirkan, yang akhirnya diisukan dengan hukuman mati. Keputusan ini telah diberikan meskipun peringatan kuat dari istri Pilate, yaitu Claudia Procula, yang di dalam mimpi telah meramalkan bahwa Jesus tidak bersalah dan suci".

"Dan selama tiga jam Jesus menyimpan penderitaan yang mendalam di atas salib, tentara Roman mengawasinya, menyorakinya dan mengejek Kristus yang tersalib. Setelah melewati jam ini, Pengawal Roman masih tidak pasti bahwa Jesus telah benar-benar mati. Untuk membunuhnya seperti ragu-ragu, Longinus bertindak dengan segera dan melemparkan tombak runcingnya ke sisi Jesus, menembus dan lukanya sangat dalam. Jesus sebenarnya sudah mati, tetapi dari sisi lukanya memancar darah dan air, pancarannya mengenai mata buta Longinus. Peristiwa ini menjadi momen kebenaran dan pencerahan! Untuk Longinus, ini telah membuat kehidupan yang baru! Dia berangan-angan tinggi dalam pikirannya ini. Apakah ini benar-benar bahwa Dia adalah anak Tuhan. Dia merasa beberapa kegemparan dalam jiwanya, mendebarkan, menumbuhkan kekuatan, mengganggunya sebaliknya menimbulkan kepuasan dan keyakinan alami pada dirinya.

"Dia telah mengalami keadaan sulit yang aneh ketika hari ketiga dari penyaliban dan kematian Jesus, banyak lakon pembesar yang dibeberkan sebelum dirinya. Gospel juga mendengar bahwa Jesus telah dibiarkan terpendam di dalam taman tanah milik Joseph dari Arimathea. Bagaimanapun, Pilate dengan anjuran dan persetujuan dari ketua Scribes dan Pharisces, diperintahkan mengawal kuburan untuk mereka yang ditakuti dan murid-murid yang berkekuatan baja dan menyembunyikan tubuh Jesus dan kemudian dinyatakan sebagai kebangkitan dari kematian".

"Dipimpin oleh Longinus, selama berabad-abad Roman dengan tekun berdiri mengawasi kuburan. Tiba-tiba, tanah mulai bergetar. Menyilaukan cahaya yang membutakan diiringi dengan bunyi aneh dan menggelegar, membuat tentara Roman bengong dan terpesona. Melihat Jesus naik dari kuburannya dengan seluruh kemuliaan gemilangnya, dan keagungan, tentara merasa berada di bawah alam sadar. Ini merupakan nilai penentuan yang nyata bagi Longinus".

"Diperkuat secara lengkap dalam keyakinannya bahwa Kristus sebenarnya anak Tuhan, Longinus, tidak mau merubah keputusannya untuk mengancam ahli penulis yaitu Pilate untuk diam dan menutupi mengenai kebangkitan Kristus. Dengan menguatkan pembaharuan, setelah Longinus berlalu dari jalannya, maka Pilate membeberkan dan memuji kemuliaan Kristus dan kebangkitanNya. Pilates dimarahi dengan tanpa batas. Dalam perembukan dengan dewan penulisnya, Dia diperintahkan menangkap Longinus yang telah mampu meloloskan diri dari tentara, tetapi akhirnya Longinus dengan sukarela diserahkan dan memberikan dirinya untuk dieksekusi di tiang gantungan. Longinus mati demi untuk Kristus, sebenarnya dia menyesal, setia dan mempersembahkan dirinya untuk bertobat".

Text kutipan di atas mungkin penuh dengan kalimat dan ejaan yang salah, dan bahkan berkenaan dengan isinya, versi ini dicetak oleh penguasa setempat yang tidak sepenuhnya setuju dengan ajaran agama Katolik. Bagaimanapun, cerita sejarah ini telah ditemukan sangat bagus, akan menyediakan sedikit, tidak banyak informasi tentang festival Moriones, karena itu yang dirayakan di sini bukan sosok sejarah Longinus, tetapi Longinus yang dianggap mendapatkan kegaiban tuhan di dunia, jiwa yang suci dan ajaib.

Bahkan secara gramatikal versi yang dikoreksi akan lebih sedikit informasinya artinya tidak banyak informasi yang didapat. Uraian di atas diangkat oleh pahlawan setempat yang diberikan dari beberapa peserta dalam acara festival, dan dengan semua tata kalimat yang salah sebenarnya merupakan cerminan yang kadang-kadang membingungkan keyakinan beragama dari kebiasaan di Filipina. Pengunjung sebelah barat yang keyakinan beragamanya mungkin lebih canggih dibandingkan dengan yang digambarkan dalam kutipan text, namun bisa menikmati tontonan Moriones yang benar-benar asli, habis bukan sedikit karena itu sisanya tidak dibuat-buat.

Dalam sejarah Philipina, pulau ini hanya memainkan sebuah peran pada tahun 1646 ketika telah menguasai peperangan antara Spanyol dan menyerang kedaulatan Belanda. Spanyol menang. Sejak saat itu yang kemudian sampai saat ini, peristiwa kemiliteran ini memiliki pulau yang luas dengan jumlah penduduk yang sama dengan NPA yang tidak terbuka di barisan terdepan di sana.

Diantara personil yang lebih baik dan telah terkenal di propinsi adalah Dr. Fe Del Mundo (lahir di Marinduque tahun 1907). Dia telah menyelesaikan studynya jurusan pengobatan di Universitas Philipina pada tahun 1933, yang membuatnya lulus belajar dalam ilmu kesehatan anak di Harvard, Dia telah dilatih di rumah sakit Gunung Sinai New york dan telah menjadi dokter untuk penduduk di rumah sakit Chicago. Dia dikembalikan ke Philipina berikut perang dunia II dan menciptakan sebuah mesin pengeram dan peralatan untuk mengurangi penyakit kuning.

Informasi selanjutnya mengenai Marinduque :

- Geografi
- Jumlah Penduduk
- Boac
- Sta Cruz
- Daya Tarik
- Festival-festival
- Transportasi

 

 


This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/philipina/e-10mari/ep-mar10.htm
Editor : Desi Kartika

Copyright Asiamaya.com 2000 - About Asiamaya Dotcom
PT Asiamaya Dotcom Indonesia
Jl. Tanjung Selor No.17 A-B, Jakarta 10150
Phone : (021) 6320429 - Fax : (021) 63862019 - E-mail : asiamaya@cbn.net.id

Other Asiamaya domains : asiasecurities-online.com bintangindonesia.com doktergigiindonesia.com jakartastreets.com lechicmedan.com northsumatratravel.com notarisindonesia.com pupukkaptan.com qualitysuitesmedan.com resepmemasak.com sitopsi.com sumatrautara-online.com undang-undangindonesia.com usmarriagelaw.com uspostalcharges.com warintek.net worldfamilylaw.com worldmarriagelaw.com worldpostalcharges.com

Please also see the following travel-related domains: asiamaya.com bali-hotels.net bali-travel.net bandunghotels.net borobudur-travel.com hotels-bali.net hotels-indonesia.com jaheafrica.com jaheamerica.com jaheaustralia.com jahebali.com jaheurope.com jahehongkong.com jahemalaysia.com jahesingapore.com jahethailand.com jakarta-hotels.org kalimantantravel.com manadohotels.net medantravel.com northsumatratravel.com oneasiatravel.com panorama-convex.com panorama-leisure.com panorama-tours.com panorama-travel.net solohotels.net sulawesi-travel.com sumatra-travel.com surabayahotels.net ubudtravel.com yogyakartahotels.net