|
Propinsi
Marinduque
adalah salah satu daerah di nusantara yang kena benturan
paling buruk karena badai Sisang pada bulan November
1987. Badai Sisang ini menghancurkan sekitar 70% panen
pulau ini dan membuat ribuan orang menjadi tunawisma,
selama beberapa tahun kemiskinan begitu nyata di Marinduque.
Kecuali
untuk padi, biasanya menanam padi hanya untuk pemakaian
sendiri, yang merupakan panen utama di pulau ini, dan
kelapa dihasilkan dalam jumlah besar hanya untuk diekspor.
Kerusakan pohon-pohon ini membutuhkan beberapa tahun
untuk memperbaikinya kembali, panen yang normal tidak
dapat diharapkan sebelum tahun 1992.
Marinduque
adalah tujuan utama para turis karena festival Moriones
yang diselenggarakan untuk menghormati Longinus tentara
Roman di Boac, Gasan dan Mogpog.
Nama
Moriones diambil dari kata Spanyol yaitu 'Marion' yang
artinya topeng atau helm. Konquistadores Spanyol telah
memakai Moriones. Asal festival berasal dari Mogpog
dan pada tahun 1807 ketika imam jemaah gereja kota,
yaitu Fr. Dionisio Santiago, menyelenggarakannya untuk
pertama kali. (ketika penelitian tanggal dibuat dengan
tidak menentu, kebanyakan Marinduquenos setuju bahwa
festival Moriones berasal dari Migpog yang pada waktu
itu kotamadya ini masih di bawah kekuasaan Boac).
Para
peserta yang bermain dalam festival itu kebanyakan laki-laki
semua. Dengan tema mengenai penyaliban hari Jum'at yang
bagus, di tempat lain di Philipina yang ikut berpartisipasi
dalam peran utama biasanya didasari dengan sebuah janji
keagamaan. Untuk berpartisipasi dipertimbangkan harus
ada suatu penebusan dosa karena hati para peserta harus
sabar di bawah topeng kayu yang berat dan di dalam pakaian
mereka.
Festifal
terakhir dari 'Senin yang Suci' (dalam istilah Philipina,
hari senin sebelum Minggu Paskah) sampai hari Minggu
Paskah. Selama seminggu laki-laki memakai topeng mereka
untuk menyamar sebagai tentara Roman yang berpura-pura
meneror rakyat kota, menakuti anak-anak dan semua jenis
permainan tipuan. Hanya pada hari Minggu Paskah, karakter
Longinus yang bermata satu datang ke dalam permainan
ini dengan versi orang dewasa yang bersembunyi dan yang
mencari. Peran Longinus, yang memakai topeng dengan
mudah dibedakan dari orang lain, untuk menghindari karakter
lain dalam tontonan dengan bersembunyi dan melarikan
diri ketika sewaktu-waktu 'Tentara Roman' datang mendekatinya.
Sebelum
Longinus ditemukan, dimulai perburuan liar melewati
jalan-jalan, rumah-rumah, lapangan dan sungai-sungai.
Akhirnya, Longinus terbekuk dan dibawa ke sebuah jenis
keraton dimana 'Penemu Roman' yaitu Pilate dan Pharisees
telah menunggunya. Dia dibuat bersujud, untuk dihukum
dan 'dipenggal kepala'.
Pemenggalan
kepala dalam kasus ini adalah tentunya hanya merupakan
eksekusi tipuan, meskipun pengarang ini tidak akan terkejut
nantinya, seorang fanatik agama akan mengorbankan hidupnya
dalam beberapa usaha untuk melakukan kembali sebuah
episode dalam kitab Injil. Secara agama bunuh diri dimotivasi
telah terjadi di Philipina dan terjadi lagi. Dan setiap
tahun pada hari Jum'at yang Suci, ribuan orang Katolik
yang fanatik sukarela setuju untuk dicambuk oleh sekumpulan
pemain ketika melakukan kembali perjalanan ke Golgotha.
Ini telah menjadi peristiwa berdarah; tetapi jika tidak
demikian tidak akan memenuhi keaslian di sana yang merupakan
suatu nilai di Philipina, orang yang benar-benar dan
sebenar-benarnya diri mereka dipaku untuk disalib setiap
Hari Jum'at yang Suci. (untuk perhitungan saksi mata,
silahkan lihat catatan, tepatnya ditemukan di bab hiburan).
Tontonan
Moriones hingga saat ini tidak cukup pantas sebagai
akibat dari keseriusan penyaliban yang membawa mati,
meskipun di dalam arus pertengahan abad baru dari kebangkitan
kembali agama, terutama di negara-negara Islam tetapi
di dunia Katolik lebih utama berada di Philipina, hal
ini tidak bisa diatur keluar sebagai kemustahilan yang
mengatakan bahwa beberapa orang yang fanatik akan sama
kesediaannya untuk mengorbankan hidupnya selama penetapan
kembali ini di mana dirinya akan menjadi syahid bergaya
modern saat ini.
Berikut
adalah kutipan dari brosur yang dicetak oleh pemerintah
setempat, yang merupakan salah satu kota di propinsi
Boac atau Marinduque (seluk-beluknya tidak dapat di
tunjukkan), untuk menceritakan kepada para turis mengenai
festival Moriones. Kutipan ini menceritakan kisah Longinus
tentara Roman, dimana diselenggarakannya festival ini
untuk menghormatinya.
Kutipan
ini dengan sengaja meninggalkan yang tidak dikoreksi
karena itu tidak hanya memberikan informasi mengenai
sejarah pribadi Longinus tentara Roman (dalam hal ini
tidak ada sumber yang netral) tetapi juga merebut kehormatan
masyarakat Marinduque yang merasa mereka diangkat menjadi
pahlawan : "Kisah Longinus, Roman Centurion yaitu
orang yang berubah masuk ke agama Kristen yang tercatat
dalam Gospel, yang memiliki tenunan cantik yang menjadi
barang tenunan kebudayaan masyarakat Marinduque berupa
hiasan dinding permadani yang berwarna, luar biasa dan
berseni. Menurut Longinus Dia menemukan sejarah itu
sendiri yang dihubungkan dengan kisah kepentingan Kristus.
Gospel tidak menemukan adanya kesalahan dengan kemarahan
opini umum yang mengkhawatirkan, yang akhirnya diisukan
dengan hukuman mati. Keputusan ini telah diberikan meskipun
peringatan kuat dari istri Pilate, yaitu Claudia Procula,
yang di dalam mimpi telah meramalkan bahwa Jesus tidak
bersalah dan suci".
"Dan
selama tiga jam Jesus menyimpan penderitaan yang mendalam
di atas salib, tentara Roman mengawasinya, menyorakinya
dan mengejek Kristus yang tersalib. Setelah melewati
jam ini, Pengawal Roman masih tidak pasti bahwa Jesus
telah benar-benar mati. Untuk membunuhnya seperti ragu-ragu,
Longinus bertindak dengan segera dan melemparkan tombak
runcingnya ke sisi Jesus, menembus dan lukanya sangat
dalam. Jesus sebenarnya sudah mati, tetapi dari sisi
lukanya memancar darah dan air, pancarannya mengenai
mata buta Longinus. Peristiwa ini menjadi momen kebenaran
dan pencerahan! Untuk Longinus, ini telah membuat kehidupan
yang baru! Dia berangan-angan tinggi dalam pikirannya
ini. Apakah ini benar-benar bahwa Dia adalah anak Tuhan.
Dia merasa beberapa kegemparan dalam jiwanya, mendebarkan,
menumbuhkan kekuatan, mengganggunya sebaliknya menimbulkan
kepuasan dan keyakinan alami pada dirinya.
"Dia
telah mengalami keadaan sulit yang aneh ketika hari
ketiga dari penyaliban dan kematian Jesus, banyak lakon
pembesar yang dibeberkan sebelum dirinya. Gospel juga
mendengar bahwa Jesus telah dibiarkan terpendam di dalam
taman tanah milik Joseph dari Arimathea. Bagaimanapun,
Pilate dengan anjuran dan persetujuan dari ketua Scribes
dan Pharisces, diperintahkan mengawal kuburan untuk
mereka yang ditakuti dan murid-murid yang berkekuatan
baja dan menyembunyikan tubuh Jesus dan kemudian dinyatakan
sebagai kebangkitan dari kematian".
"Dipimpin
oleh Longinus, selama berabad-abad Roman dengan tekun
berdiri mengawasi kuburan. Tiba-tiba, tanah mulai bergetar.
Menyilaukan cahaya yang membutakan diiringi dengan bunyi
aneh dan menggelegar, membuat tentara Roman bengong
dan terpesona. Melihat Jesus naik dari kuburannya dengan
seluruh kemuliaan gemilangnya, dan keagungan, tentara
merasa berada di bawah alam sadar. Ini merupakan nilai
penentuan yang nyata bagi Longinus".
"Diperkuat
secara lengkap dalam keyakinannya bahwa Kristus sebenarnya
anak Tuhan, Longinus, tidak mau merubah keputusannya
untuk mengancam ahli penulis yaitu Pilate untuk diam
dan menutupi mengenai kebangkitan Kristus. Dengan menguatkan
pembaharuan, setelah Longinus berlalu dari jalannya,
maka Pilate membeberkan dan memuji kemuliaan Kristus
dan kebangkitanNya. Pilates dimarahi dengan tanpa batas.
Dalam perembukan dengan dewan penulisnya, Dia diperintahkan
menangkap Longinus yang telah mampu meloloskan diri
dari tentara, tetapi akhirnya Longinus dengan sukarela
diserahkan dan memberikan dirinya untuk dieksekusi di
tiang gantungan. Longinus mati demi untuk Kristus, sebenarnya
dia menyesal, setia dan mempersembahkan dirinya untuk
bertobat".
Text
kutipan di atas mungkin penuh dengan kalimat dan ejaan
yang salah, dan bahkan berkenaan dengan isinya, versi
ini dicetak oleh penguasa setempat yang tidak sepenuhnya
setuju dengan ajaran agama Katolik. Bagaimanapun, cerita
sejarah ini telah ditemukan sangat bagus, akan menyediakan
sedikit, tidak banyak informasi tentang festival Moriones,
karena itu yang dirayakan di sini bukan sosok sejarah
Longinus, tetapi Longinus yang dianggap mendapatkan
kegaiban tuhan di dunia, jiwa yang suci dan ajaib.
Bahkan
secara gramatikal versi yang dikoreksi akan lebih sedikit
informasinya artinya tidak banyak informasi yang didapat.
Uraian di atas diangkat oleh pahlawan setempat yang
diberikan dari beberapa peserta dalam acara festival,
dan dengan semua tata kalimat yang salah sebenarnya
merupakan cerminan yang kadang-kadang membingungkan
keyakinan beragama dari kebiasaan di Filipina. Pengunjung
sebelah barat yang keyakinan beragamanya mungkin lebih
canggih dibandingkan dengan yang digambarkan dalam kutipan
text, namun bisa menikmati tontonan Moriones yang benar-benar
asli, habis bukan sedikit karena itu sisanya tidak dibuat-buat.
Dalam
sejarah Philipina, pulau ini hanya memainkan sebuah
peran pada tahun 1646 ketika telah menguasai peperangan
antara Spanyol dan menyerang kedaulatan Belanda. Spanyol
menang. Sejak saat itu yang kemudian sampai saat ini,
peristiwa kemiliteran ini memiliki pulau yang luas dengan
jumlah penduduk yang sama dengan NPA yang tidak terbuka
di barisan terdepan di sana.
Diantara
personil yang lebih baik dan telah terkenal di propinsi
adalah Dr. Fe Del Mundo (lahir di Marinduque tahun 1907).
Dia telah menyelesaikan studynya jurusan pengobatan
di Universitas Philipina pada tahun 1933, yang membuatnya
lulus belajar dalam ilmu kesehatan anak di Harvard,
Dia telah dilatih di rumah sakit Gunung Sinai New york
dan telah menjadi dokter untuk penduduk di rumah sakit
Chicago. Dia dikembalikan ke Philipina berikut perang
dunia II dan menciptakan sebuah mesin pengeram dan peralatan
untuk mengurangi penyakit kuning.
Informasi
selanjutnya mengenai Marinduque :
-
Geografi
- Jumlah Penduduk
- Boac
- Sta Cruz
- Daya Tarik
- Festival-festival
- Transportasi
|