|
Transportasi
Transportasi Darat
Didalam
Pulau Batan
Pada tahun 1990, Batan memiliki 4 jeepney penumpang
yang beroperasi di rute umum antara Basco dan Itbud.
Juga terdapat 2 bus, salah satunya milik Sto. Dominican
College terutama sebagai pelayanan untuk para murid
dan warga negara senior. Terdapat juga beberapa kendaraan
pribadi dan kendaraan milik pemerintah, seperti beberapa
sepeda dan kendaraan bermotor, dan juga kendaraan yang
sering digunakan masyarakat dari bukit ke kota yaitu
kereta carabao.
Perjalanan dari Basco ke Ivana dapat mengunakan
jeepney, yang kira-kira berangkat pada pukul 5:00, 5:30,
12:00 (atau setelah penerbangan tiba), dan pada pukul
17:00. Perjalanan memakan waktu kira-kira 30 menit
dengan ongkos 7 peso. Perjalanan yang dilakukan
pada pukul 5:00 dan 12:00 dapat meneruskan perjalannanya
sampai ke Uyugan. Pada hari Selasa, Kamis dan
Minggu (hari pasar di Basco), Perjalanan pada pukul
5:00 dapat pergi ke Itbud di bagian barat daya,
dan kembali ke Basco pada pukul 6:00.
Untuk perjalanan balik dari Ivana ke Basco, jeepney
berangkat sekitar pukul 6:00. 6:30, 12:30 dan 17:00;
dari Uyugan pukul 6:00, 12:00 dan pada hari Minggu
berangkat pada pukul 16:30.
Bus Sto. Dominican College meninggalkan Basco
ke Ivana yang berangkat pada pukul 5:30, 14:30, dan
21:30, Senin sampai Sabtu. Perjalanan kembali berangkat
pada pukul 6:00, 5:30, dan 22:00. Pada hari Minggu,
ada perjalanan yang berangkat pada pukul 8:00 yang membawa
monsignor ke gereja yang terletak di Itbud, dan
meninggalkan Basco lagi pada pukul 11:00.
Terdapat beberapa perjalanan antara Basco dan Mahatao
(4 peso), tetapi banyak masyarakat berfikir bahwa perjalanan
7 kilometer bukanlah perjalanan yang jauh dan kebanyakan
dari mereka menempuhnya dengan berjalan kaki.
Penerbangan
Philippine Airlines mempunyai 5 atau 9 kali penerbangan
dalam seminggu ke Basco yang berasal dari Manila dengan
pertukaran jadwal. Semua penerbangan ini melakukan persinggahan
selama satu jam di Tuguegarao di Luzon timur
laut dan di Laoag di bagian barat daya.
Pemberangkatan umum dari Manila kira-kira pukul 9:00,
dan tiba di Tuguegarao atau Laoag sekitar satu jam kemudian.
Setelah melakukan persinggahan, penerbangan berangkat
kembali ke Basco dan tiba sekitar pukul 12:00. Penerbangan
yang berangkat ke Basco dan meninggalkan Manila sekitar
pukul 12:00. Penerbangan meninggalkan Manila dilakukan
kira-kira setelah satu jam berada di Basco,yang perjalanan
tersebut sekali lagi melalui Tuguegarao atau Laoag.
Dikarenakan beberapa penerbangan ke Basco sering ditangguhkan
dan bahkan dibatalkan pada saat keadaan cuaca
sangat meragukan, Beberapa jadwal merupakan hal pokok
yang selalu mengalami perubahan secara mendadak tanpa
pemberitahuan sebelumnya. Ketika cuaca baik,
maka terdapat banyak penerbangan khusus tanpa
pemberitahuan untuk melayani banyaknya penumpang, barang
dan muatan yang terlantar. Kadangkala penerbangan ini
hanya membawa satu lusin penumpang, dengan sisa
beberapa tempat duduk yang membawa barang yang diikat
di tempat-tempat duduk tersebut. Beberapa penyelidikan
harus dibuat di kantor-kantor PAL mengenai beberapa
jadwal dan penumpang yang menggunakan penerbangan ini.
Untuk mewujudkan keinginan yaitu menggabungkan
Banaue dan beberapa daya tarik lainnya yang terletak
di luzon bagian utara dengan sebuah perjalanan ke Batanes,
maka disarankan melakukan sekali penerbangan secara
langsung antara Manila dan Basco, dan yang lainnya hanya
antara Basco dan Tuguegarao atau Laoag.
Pelayaran
Terdapat juga kapal- kapal angkatan laut Philipina
(disebut LST - "Landing Ship Tank") yang setiap
tahunnya selama musim panas membuat sedikitnya 2 kali
perjalanan, namun kadang kala 3 kali, antara Puro, La
Union, dan Basco. Kapal tersebut terutama membawa muatan
yang berat dan peralatan yang besar. Tidak ada fasilitas
tempat tidur, yang ada hanya tempat geladak kapal.
Ongkos sekali perjalanan pada tahun 1989 sebesar 75
peso per orang. Tersedia tiga kali makan dalam sehari
bagi biaya nominal.
LST sebelumnya, telah meninggalkan pelabuhan Basco pada
saat terjadinya badai, yang mana LST tersebut telah
dihantam oleh ombak yang dahsyat dan terhempas menabrak
dermaga yang terbuat dari beton dan baja yang kuat.
LST tersebut akhirnya menabrak pantai yang berpasir,
yang kemudian tertanam dikaki karang-karang yang rendah
yang terletak di tepi pantai. Dua tahun kemudian, pada
awal tahun 1990, beberapa usaha masih terus dilakukan
untuk memperbaiki kapal yang berkarat. Sementara, anak-anak
setempat menggunakan tangga-tangga dipinggir kapal sebagai
papan-papan penyelaman sementara. Tidak semua pelabuhan
yang ada di Philipina sama, salah satunya terdapat di
Basco yang pelabuhannya masih terlihat bersih dan layak
untuk digunakan berenang.
Dalam penambahan untuk LST dari La Union, terdapat juga
Vanguard, yaitu sebuah kapal yang pergi setiap
bulannya (dalam teori) ke Basco dari Aparri di propinsi
Cagayan, menurut sebuah laporan kapal tersebut melakukan
4 jam perjalanan. Kapal tersebut biasanya tidak mengangkat
para penumpang. Bagaimanapun, jika ada seseorang disana
pada saat kapal akan bersiap-siap untuk berangkat, maka
orang tersebut bisa turut serta.
Ke
Pulau Sabtang
Dari Basco, seseorang dapat menggunakan jeepney menuju
ke Ivana dimana kapal bermotor yang terbuat dari kayu
tersebut menurut dugaan dapat mengangkut penumpang sampai
25 orang dengan muatannya, yang memakan waktu 30
menit perjalanan menuju ke Sabtang dengan biaya
10 peso per kepala. Kadang kala kapal yang lebih besar
juga digunakan.
Perjalanan pertama berangkat pada pagi hari pada pukul
6:00, atau jika penumpang telah cukup. Kapal selanjutnya
berangkat sekitar pukul 11:00, atau menunggu penerbangan
yang datang dari Manila, atau juga menunggu penumpang
cukup.
Jika jumlah para penumpang memenuhi syarat, maka kapal
akan melanjutkan perjalanannya ke bagian lain di Sabtang,
menuju barrio Sumnanga. Terkecuali selama bulan
April dan Mei, penumpang bisa kena hujan dalam menempuh
perjalanan kapal ini. Penduduk setempat selalu membawa
payung, untuk menahan cipratan air laut; dan akibat
kekurangan dermaga dalam arti pendaratan pantai, yang
dapat membuat mereka menjadi kesal dan basah.
Ke
Pulau Itbayat
Kecuali selama musim badai, terdapat perjalanan kapal
semi-regular dari pulau Basco ke pulau Itbayat, beberapa
kali dalam seminggu. Perjalanan yang terbaik memakan
waktu 4 jam, yang di bagian dalam lambung kapalnya
yang terbuka, terbuat dari kayu. Diantara bulan April
dan Mei, ketika laut tenang, perjalanan dapat seperti
neraka dikarenakan gelombang yang kecil dapat menyebabkan
para penumpang cenderung terkena mabuk laut. Biaya untuk
sekali perjalanan sebesar 75 peso.
Tidak terdapat pelabuhan-pelabuhan yang benar-benar
bagus di Batanes, dan di Itbiyat hanya ada rak-rak
batu yang melekuk yang membentuk dasar pulau. Kapal-kapal
tidak akan tinggal untuk bermalam jika laut ganas atau
mengancam keselamatan kapal mereka yang mereka tambatkan
dan kemungkinan kapal tersebut akan rusak akibat terhempas
melawan pantai batu.
Kadangkala selama bulan April dan Mei, kapal angkatan
laut LST dari La Union akan meneruskan perjalanannya
ke Itbayat dari Basco.
Ke
Pulau Babuyan
Tidak ada yang tetap, maksudnya mengenai transportasi
antara sekelompok pulau Batan dan Babuyan, walaupun
letak mereka dibawah satu pemerintahan yang sama. Bagaimanapun,
ada yang mengatakan bahwa setiap minggunya transportasi
kapal yang datang dari Aparri di pantai Luzon utara
ke pulau Calayan, dan dari sana ke pulau Babuyan.
Untuk informasi yang lebih khusus, seseorang harus menanyakan
ke Aparri di balai kotamadya atau di pelabuhan.
Selanjutnya Mengenai Batanes :
- Propinsi
- Iklim
- Pulau Batan
- Pulau Sabtang
- Pulau Itbayat
- Penginapan
- Komunikasi
|