|
Pulau
Sabtang
Dari
Ivana, kota Sabtang kelihatan sangat jelas pada
saat matahari bersinar di pagi hari, terkesan seperti
sebuah lukisan. Gereja dengan gaya Spanyol kelihatan
dimana-mana untuk menambah "impressionism" kota ini.
Walaupun didalam beberapa peta tertulis "San Vicente",
namun sebenarnya kota tersebut dikenal sebagai "Sabtang",
yaitu gabungan antara barrios Malakdang dan Sinakan.
Di pulau ini tidak terdapat kendaraan bermotor, hanya
carabao dan binatang-binatang lainnya yang digunakan
untuk transportasi.
Sejak sekolah-sekolah terdapat di kota tersebut,
maka anak-anak dari Sumnanga yaitu kota yang
terletak disisi pulau ini harus melewati bukit-bukit
yang curam dua kali sehari. Perjalanan tersebut memakan
waktu satu jam dengan jarak 6 kilometer. Terdapat beberapa
jalan untuk menjelajahi pulau ini. Namun jalan-jalan
tersebut tidak terlalu sulit, semuanya memberikan pemandangan
pertanian yang indah.
Di beberapa tempat disepanjang persimpangan jalan-jalan
pulau tersebut, seseorang dapat melihat pulau-pulau
yang bersebelahan yaitu Ibuhos dan Dequey, dan juga
"Barang rongsokan Taiwan".
Terpisah dari jalan-jalan diatas puncak, juga terdapat
sebuah jalan yang biasanya mengikuti garis keliling
disekitar pulau tersebut menuju ke bagian lain. Tetapi
kebanyakan penduduk setempat dengan sabar melewati rute
ini, rute ini panjangnya sekita 30 kilometer
dan merupaka perjalan yang tidak mengasyikkan, juga
dikarenakan waktu tersita oleh jarak yang berbelit-belit.
Masih di jalan-jalan pegunungan, seseorang bahkan melihat
beban yang berat yang dibawa dibelakang punggung orang-orang
yang lebih tua dari mereka, yang dalam perjalanan pergi
maupun pulang dari tanah pertanian mereka. Orang akan
merasa heran dan takjub jika ada seseorang yang melewati
rute pantai.
Selanjutnya
Mengenai Batanes :
- Propinsi
- Iklim
- Pulau Batan
- Pulau Itbayat
- Penginapan
- Komunikasi
- Transportasi
|