|
Kota
Iriga
Pedesaan
di kota Iriga terletak di sepanjang jalan raya kebangsaan
antara kota Naga dan Legazpi di kaki gunung Iriga (yang
dulunya gunung Asog). Iriga adalah suatu perubahan dari
I-Raga asli yang berarti tempat ini merupakan lahan
terbesar dibandingkan rawa-rawa dekat Nabua di sungai
Bicol yang didatangi penduduk. Pada tahun 1578 I-Raga
telah dibangun menjadi sebuah "pemandangan"
Nabua di bawah kekuasaan Perancis. Pada tahun 1683,
dengan jumlah penduduk 8,909
I-Raga telah menjadi kota yang terpisah. Pada tanggal
3 September 1968, Iriga menjadi sebuah kota besar.
Peristiwa
utama setiap tahun di kota Iriga adalah sebuah festival
yang disebut Tinagba, yang juga dikenal sebagai Feast
of Our Lady of Lourdes, yang dirayakan setiap tanggal
11 Februari. Kata "Tinagba" diperoleh dari
kata Bicol yaitu "Tagba" yang artinya berkumpul
pada saat panen pertama dan mempersembahkannya kepada
tuhan. Selama festival ini sebuah karavan berwarna dari
gerobak carabao yang didekorasi, diisi dengan panen
yang bagus, yang datang dalam sebuah iring-iringan dari
barangay yang berbeda menuju kota dalam sebuah acara
syukuran.
Penginapan
Hotel
Ibalan (13) - Jalan San Fransisco, Telp : 352 kamar
278-500; untuk pedalaman kota terdapat kemewahan yang
aneh dan tempat yang menawan, tetapi sangat sepi dengan
sedikit pengunjung; tempat istirahat, diskotik, dan
kolam renang.
Hotel
Parkview (5) - San Roque, Telp : 405
kamar 85-275; tempat istirahat, diskotik; nyaman, modern,
dan bersih.
Hotel
Bayanihan (10) - Nat'l Hwy, Telp : 556
kamar 45-165; berada di daerah yang sibuk dekat lintasan
kereta api
Hotel
Lemars (3) - Nat'l Hwy, San Roque
kamar 50-70, 110 (ac); sederhana, basic
Tempat
Tamasya
Emerald
Grotto of Our Lady of Lourdes (18)
Gua ini terletak di bukit Calvario berdekatan dengan
bawah tanah Hotel Ibalon. Pada waktu dulu bukit ini
dianggap sebagai tempat tinggal dari Asuang (tukang
sihir), dimana pada waktu itu bukit ini dihubungkan
dengan sebuah 'orno' (perapian). Sebagai suatu akibat
dari penyebaran agama kristen, bukit ini menjadi tempat
untuk pementasan "Pagtanggal' (Keinginan Kristus),
karena itu, diberi nama bukit Calvario. 'Ermita' kapel
pertama atau misi kapel pertama di kota Iriga telah
dididirikan di bukit ini oleh Spanyol. Sebaliknya 'ermita',
Kasino Espanol juga telah didirikan, yang merupakan
tempat rapat favorit untuk para penguasa elit Spanyol.
Ketika US datang di akhir abad, tempat ini telah diubah
menjadi sebuah tempat untuk pasukan kavaleri. Selama
Jepang berkuasa, sebuah asrama Jepang telah didirikan
di puncak bukit ini dan telah digunakan untuk melihat
menara menentang grilya. Beberapa orang-orang Philipina
menjemput kesyahidannya di bukit ini.
Pusat
Taman Kota dan Gereja Jalan Anthony (14)
Serbaaneka
Kantor Pos (15)
Bank Nat'l Philipina (8) - Nat'l Hwy
Rumah sakit Lourdes (2) - Nat'l Hwy
Aula Kota (4) - Nat'l Hwy; Annex (16)
Stasiun Polisi (17) - di belakang taman kota
Pasar Umum (12) - Nat'l Hwy
Universitas Utara sebelah timur Philipina (6)
Universitas Jalan Antonio (7)
Transportasi
Terminal Bus Philtranco (1) - Nat'l Hwy
Kebanyakan seluruh bus berjalan antara Manila dan Legazpi
dan berhenti di depan aula kota (4) dan di pasar (11,
12)
Terminal Bus Sarkies (3) - Nat'l Hwy
Jeepney ke Buhi (9) - di Jalan Alfelor
Stasiun Kereta Api (19) - kereta api sehari-hari ke
Manila
Informasi
selanjutnya mengenai Luzon Selatan :
-
Wilayah
- Geografi
- Jumlah Penduduk
- Daet dan sekitarnya
- Camarines Norte
- Kota Naga
- Gunung Isarog
- Danau Buhi dan Gunung Iriga
- Kota Lagazpi
- Teluk Lagonoy dan Albay
- Tabaco
- Tiwi
- Bacon
- Festival-festival
- Transportasi
|