pt.asiamaya dotcom indonesiaH O M Etravel / wisata
Pandu Asiamap / peta indonesiaMaps Jakarta with PhotosSingapore Streets AtlasIndonesia GuideAsia GuideTravel AsiaHotel BookingsApartments in Jakartadictionary / kamusIndonesia - EnglishVIP / Figur IndonesiaBintang IndonesiaTokoh IndonesiaInternational FiguresBintang IndiaBintang MeksikoBintang MalaysiaBintang MandarinInternational CelebritiesSports / OlahragaPemain SepakbolaKlub Sepakbola
Business / BisnisPublic CompaniesHealth / KesehatanBerita KesehatanJamu InformationNutrisiLaw / HukumKonsultasi HukumUndang-undangBerita HukumEducation / PendidikanPerguruan TinggiDirectory / DirektoriIndonesia ISPPostal RatesCompany Profile

Philipina


Wilayah

Luzon Selatan, umumnya disebut Bicol, dan terdiri dari propinsi Camarines Norte, Camarines Sur, Albay, dan Sorsogon, yang merupakan daerah yang sangat sulit dituju untuk para turis. Wilayah ini memiliki beberapa daya tarik, terutama untuk pegunungannya tetapi memiliki kekurangan prasarana. Bicol sebagai daerah yang mungkin memiliki jalan yang rusak di seluruh Philipina. Bahkan lalu lintas jalan raya utamanya yang menghubungkan Peninsula ke Manila hanya memiliki dua jalur jalan yang sempit. Acapkali bagian yang besar diperbaiki sedangkan jalan rayanya sering terselewengkan menjadi jalur yang kotor. Bagaimanapun, jalur ini tidak banyak yang jelek dibandingkan jalan biasanya. Karena terdapat beberapa lubang jalan, sehingga perjalanannya sangat tidak menyenangkan sekalipun banyak bus yang nyaman - tidak sepadan dengan bus travel yang ada di jalan yang bagus di Luzon barat laut dan bahkan di Mindanao. Tetapi jalan-jalan ini bukan satu-satunya masalah yang ada di wilayah ini. Dua masalah lainnya yaitu cuaca dan pemberontakan yang harus dipertimbangkan untuk siapa saja yang akan pergi ke tempat ini.

Bicol adalah daerah yang sering hujan dan badai. Badai adalah rintangan utama untuk pengembangan prasarana turis dan prasarana umum. Diantara badai yang menghempas wilayah ini dalam tahun-tahun ini, yang banyak menghancurkan adalah badai Sisang yang terjadi pada tanggal 26 November 1987. Ini yang menyebabkan bertambah besarnya penderitaan di wilayah yang telah menjadi miskin ini. Badai Sisang telah membunuh lebih dari 650 penduduk di Bicol, yang sebagian besar berada di pesisir pantai kota Sorsogon. Kira-kira 500,000 penduduk telah menjadi tunawisma, dan kira-kira 95% perkebunan kelapa dan pisang menjadi tandus. Badai Sisang juga menghancurkan tempat peristirahatan yang ada di sepanjang pantai Pasifik Bicol. Yang menjadi tempat perkumpulan dari pemilik beberapa tempat peristirahatan yang teristimewa di propinsi Albay, nilai terbesarnya tidak mungkin dibangun kembali. Bagaimanapun, pantai-pantai di Bicol tidak dapat dinikmati tetapi banyak lagi pilihan untuk para turis diantaranya adalah hutan yang kebanyakan dari tempat ini memiliki abu yang gelap dari pasir gunung berapi.

Bahkan ketika di sana tidak ada cuaca utama yang mengganggu, Bicol cenderung memiliki banyak hujan karena itu tidak hanya badai tetapi juga depresi tropis yang biasanya berasal dari Samar Timur dan Bicol Timur; karena itu dua wilayah ini selalu pertama kali mendapatkan hantaman dari cuaca yang buruk. Dan cuaca buruk ini tidak hanya merampas hari-hari di pantai, tetapi juga bisa menjadi penyebab masalah ketika mencoba untuk kembali ke ibukota. Meskipun PAL dan Aerolift memiliki penerbangan biasa ke Legazpi, Naga dan Daet, mereka tidak mendapatkan banyak pilihan yang menyenangkan untuk jalan yang bergelombang karena kerusuhan.

Untuk ini, tentu saja, siapapun yang senang melihat alam dan pergi ke Bicol yang liar adalah pilihan yang tepat karena Bicol merupakan tempat terbaik untuk keajaiban dalam kekuasaan yang berbelit-belit dan hujan. Kadang-kadang Bicol menampilkan tontonan yang tidak hanya berupa kucing dan anjing yang kehujanan tetapi juga abu dan bebatuan. Ditambah dengan daratan gunung berapi, yang beberapa diantaranya masih aktif. Bagaimanapun, pada waktu gunung berapi berbunyi bahayanya lebih besar dibandingkan dengan badai, dimana letusan gunung berapi telah banyak menghancurkan dan mempengaruhi dalam tahun-tahun belakangan ini. Begitu juga dengan Gunung Berapi Mayon dekat Kota Legazpi yang meletus pada bulan September 1984, yang hanya menyemburkan partikel-partikel lumpur yang terang, yang mengacu ke daerah luas di sekitar gunung berapi sehingga ditutupi asap. Kecuali untuk ekonominya, masyarakatnya tidak merasa rugi.

Letusan terbesar dari gunung berapi Mayon yang tercatat pada tanggal 1 Februari 1814 yang membunuh ribuan orang dan mengubur kota Daraga dan gereja Cagsawa kecuali menaranya.

Gunung berapi lainnya di wilayah ini termasuk gunung Isarog dekat kota Naga, gunung Iriga dekat kota Iriga, dan gunung Bulusan dekat Sorsogon. Yang menjadi perkara dengan gunung Mayon adalah keadaan di sekitarnya yang sering kali diterangkan di Taman Nasional.

Selain kemungkinan untuk merusak, gunung berapi Mayon memiliki kebagusan dan keindahan. Sebenarnya, gunung berapi Mayon dipertimbangkan sebagai salah satu dari banyaknya keindahan dari jenis keindahan yang berbentuk seperti kerucut yang hampir sempurna, seperti gunung Fuji di Jepang. Untuk keindahannya ini, gunung berapi Mayon merupakan daya tarik utama untuk para pendaki gunung. Sebagai gunung berapi sangat baik untuk ditelusuri dan untuk petunjuk jalan telah siap tersedia, gunung berapi Mayon adalah salah satu tempat tujuan yang aman, seorang pendaki yang baru boleh memilih di Philipina. Bahkan letusan selanjutnya sangat diharapkan, mereka tidak akan takut karena para pendaki yang berasal dari lembaga volcanological yang berada di sana akan memberi peringatan yang cukup dini dari beberapa bahaya yang diakibatkan oleh kegiatan gunung berapi.

Hal ini menarik para turis untuk menghabiskan uangnya sehingga menjadi satu sisi terbaik untuk gunung berapi Mayon. Dan yang lainnya adalah kesuburan tanahnya yang mengelilingi daerah ini. Di sekitar gunung berapi, banyak terdapat padi yang baru ditanam. Sebaliknya, panen utama yang ada di wilayah ini yaitu kelapa (karena daya tahan kelapa terhadap badai tetapi jangan coba-coba dengan badai Sisang), pisang dan abaca (serat manila) yang dihasilkan dari rami dan yang ditenun menjadi tali, topi, keranjang dan keset.

Pada masa Spanyol dulu, tempat ini digunakan untuk menjadi pertambangan emas di Camarines Norte, terutama di dekat kota Paracale dan Mambulao, tetapi saat ini, pertambangan emas di sana kepentingan utamanya tidak lama. Tempat ini memiliki pantai-pantai yang indah di Bagabas, Lanot dan San Jose. Di sana juga terdapat dua air terjun yaitu Kanapap dan Itol yang berada di sebelah barat Daet.

Bicol, sangat mudah dikuasai oleh Spanyol dari tahun 1570, dan beberapa tahun belakangan, Bicolanos telah dibebaskan dari membayar upeti untuk mengakui kedaulatan Spanyol dengan segera.

Sebaliknya, negara Philipina masa kini tidak menyukai pengakuan yang dilakukan oleh seluruh Bicolanos. Setelah banyak menerima tenaga-tenaga baru, propaganda dan organisasi serumpun, daerah ini menjadi lebih terkenal sejak pergantian dalam administrasi Negara pada tahun 1986 yang lebih dikenal dengan operasi NPA. Di Bicol, banyak keberanian untuk menyerang yang diambil alih oleh NPA yang acap kali korban jiwa terbesar adalah dari pasukan pemerintah dibandingkan menyerang bagian lain di negara ini. Suatu penyerangan yang memikat perhatian negara luas ini terjadi pada tanggal 27 Februari 1988, ketika kelompok militer telah dihadang dekat Guinobatan di propinsi Albay dan 12 tentara termasuk anak dari kolonel terkemuka yang telah dibunuh. Fakta penyerangan ini penyebab kehebohan karena dihadiri oleh wartawan asing dan bahkan difilmkan oleh seorang pegawai TV yang katanya dibayar sekitar 40,000 peso untuk hak istimewa ini. Karena itu penyerangan ini telah dikenakan biaya penyerangan.

Operasi NPA yang spektakuler di wilayah Bicol juga termasuk pemutusan lalu-lintas yang menghubungkan antara Luzon Tengah dan Luzon Selatan Pada tahun 1987.

Tindakan sabotase ekonomi ini dimulai pada tanggal 7 September 1987 ketika dua jembatan beton di kota Sipocot dan kota San Fernando di propinsi Camarines Sur dibom. Dua hari setelah itu, jembatan lainnya dekat Guinobatan di propinsi Albay diledakkan. Dan pada tanggal 20 September 1987, sekitar 500 pemberontak NPA membajak sebuah kereta api perbatasan Manila sebelum kota Del Gallego di propinsi Albay, mereka menaiki kereta api ke kota dan di sana telah diserang polisi dan angkatan kepolisian detasemen, yang membunuh 17 dan melukai 7 pasukan pemerintah. Selanjutnya, mereka meledakkan jembatan rel kereta api Quilbay untuk memutuskan lalu-lintas rel dari Utara ke Selatan.

NPA menuntut untuk mengatur beberapa daerah pedesaan di Bicol. Hal yang membanggakan juga diperalat di daerah mereka sendiri yang merupakan pembaruan di beberapa kotamadya dimana tanah lain dimiliki oleh tuan tanah yang disita sekaligus dan diberikan kepada kumpulan petani, atau dimana tuan tanah didesak untuk menghasilkan pembagian yang besar dari hasil pertanian di atas tanah mereka untuk organisasi petani.

Informasi selanjutnya mengenai Luzon Selatan :

- Geografi
- Jumlah Penduduk
- Daet dan sekitarnya
- Camarines Norte
- Kota Naga
- Gunung Isarog
- Kota Iriga
- Danau Buhi dan Gunung Iriga
- Kota Lagazpi
- Teluk Lagonoy dan Albay
- Tabaco
- Tiwi
- Bacon
- Festival-festival
- Transportasi

 

 


This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/philipina/e-08sout/ep-sou10.htm
Copyright Asiamaya.com 2000
PT Asiamaya Dotcom Indonesia