|
Wilayah
Luzon
Selatan, umumnya disebut Bicol, dan terdiri dari propinsi
Camarines Norte, Camarines Sur, Albay, dan Sorsogon,
yang merupakan daerah yang sangat sulit dituju untuk
para turis. Wilayah ini memiliki beberapa daya tarik,
terutama untuk pegunungannya tetapi memiliki kekurangan
prasarana. Bicol sebagai daerah yang mungkin memiliki
jalan yang rusak di seluruh Philipina. Bahkan lalu lintas
jalan raya utamanya yang menghubungkan Peninsula ke
Manila hanya memiliki dua jalur jalan yang sempit. Acapkali
bagian yang besar diperbaiki sedangkan jalan rayanya
sering terselewengkan menjadi jalur yang kotor. Bagaimanapun,
jalur ini tidak banyak yang jelek dibandingkan jalan
biasanya. Karena terdapat beberapa lubang jalan, sehingga
perjalanannya sangat tidak menyenangkan sekalipun banyak
bus yang nyaman - tidak sepadan dengan bus travel yang
ada di jalan yang bagus di Luzon barat laut dan bahkan
di Mindanao. Tetapi jalan-jalan ini bukan satu-satunya
masalah yang ada di wilayah ini. Dua masalah lainnya
yaitu cuaca dan pemberontakan yang harus dipertimbangkan
untuk siapa saja yang akan pergi ke tempat ini.
Bicol
adalah daerah yang sering hujan dan badai. Badai adalah
rintangan utama untuk pengembangan prasarana turis dan
prasarana umum. Diantara badai yang menghempas wilayah
ini dalam tahun-tahun ini, yang banyak menghancurkan
adalah badai Sisang yang terjadi pada tanggal 26 November
1987. Ini yang menyebabkan bertambah besarnya penderitaan
di wilayah yang telah menjadi miskin ini. Badai Sisang
telah membunuh lebih dari 650 penduduk di Bicol, yang
sebagian besar berada di pesisir pantai kota Sorsogon.
Kira-kira 500,000 penduduk telah menjadi tunawisma,
dan kira-kira 95% perkebunan kelapa dan pisang menjadi
tandus. Badai Sisang juga menghancurkan tempat peristirahatan
yang ada di sepanjang pantai Pasifik Bicol. Yang menjadi
tempat perkumpulan dari pemilik beberapa tempat peristirahatan
yang teristimewa di propinsi Albay, nilai terbesarnya
tidak mungkin dibangun kembali. Bagaimanapun, pantai-pantai
di Bicol tidak dapat dinikmati tetapi banyak lagi pilihan
untuk para turis diantaranya adalah hutan yang kebanyakan
dari tempat ini memiliki abu yang gelap dari pasir gunung
berapi.
Bahkan
ketika di sana tidak ada cuaca utama yang mengganggu,
Bicol cenderung memiliki banyak hujan karena itu tidak
hanya badai tetapi juga depresi tropis yang biasanya
berasal dari Samar Timur dan Bicol Timur; karena itu
dua wilayah ini selalu pertama kali mendapatkan hantaman
dari cuaca yang buruk. Dan cuaca buruk ini tidak hanya
merampas hari-hari di pantai, tetapi juga bisa menjadi
penyebab masalah ketika mencoba untuk kembali ke ibukota.
Meskipun PAL dan Aerolift memiliki penerbangan biasa
ke Legazpi, Naga dan Daet, mereka tidak mendapatkan
banyak pilihan yang menyenangkan untuk jalan yang bergelombang
karena kerusuhan.
Untuk
ini, tentu saja, siapapun yang senang melihat alam dan
pergi ke Bicol yang liar adalah pilihan yang tepat karena
Bicol merupakan tempat terbaik untuk keajaiban dalam
kekuasaan yang berbelit-belit dan hujan. Kadang-kadang
Bicol menampilkan tontonan yang tidak hanya berupa kucing
dan anjing yang kehujanan tetapi juga abu dan bebatuan.
Ditambah dengan daratan gunung berapi, yang beberapa
diantaranya masih aktif. Bagaimanapun, pada waktu gunung
berapi berbunyi bahayanya lebih besar dibandingkan dengan
badai, dimana letusan gunung berapi telah banyak menghancurkan
dan mempengaruhi dalam tahun-tahun belakangan ini. Begitu
juga dengan Gunung Berapi Mayon dekat Kota Legazpi yang
meletus pada bulan September 1984, yang hanya menyemburkan
partikel-partikel lumpur yang terang, yang mengacu ke
daerah luas di sekitar gunung berapi sehingga ditutupi
asap. Kecuali untuk ekonominya, masyarakatnya tidak
merasa rugi.
Letusan
terbesar dari gunung berapi Mayon yang tercatat pada
tanggal 1 Februari 1814 yang membunuh ribuan orang dan
mengubur kota Daraga dan gereja Cagsawa kecuali menaranya.
Gunung
berapi lainnya di wilayah ini termasuk gunung Isarog
dekat kota Naga, gunung Iriga dekat kota Iriga, dan
gunung Bulusan dekat Sorsogon. Yang menjadi perkara
dengan gunung Mayon adalah keadaan di sekitarnya yang
sering kali diterangkan di Taman Nasional.
Selain
kemungkinan untuk merusak, gunung berapi Mayon memiliki
kebagusan dan keindahan. Sebenarnya, gunung berapi Mayon
dipertimbangkan sebagai salah satu dari banyaknya keindahan
dari jenis keindahan yang berbentuk seperti kerucut
yang hampir sempurna, seperti gunung Fuji di Jepang.
Untuk keindahannya ini, gunung berapi Mayon merupakan
daya tarik utama untuk para pendaki gunung. Sebagai
gunung berapi sangat baik untuk ditelusuri dan untuk
petunjuk jalan telah siap tersedia, gunung berapi Mayon
adalah salah satu tempat tujuan yang aman, seorang pendaki
yang baru boleh memilih di Philipina. Bahkan letusan
selanjutnya sangat diharapkan, mereka tidak akan takut
karena para pendaki yang berasal dari lembaga volcanological
yang berada di sana akan memberi peringatan yang cukup
dini dari beberapa bahaya yang diakibatkan oleh kegiatan
gunung berapi.
Hal
ini menarik para turis untuk menghabiskan uangnya sehingga
menjadi satu sisi terbaik untuk gunung berapi Mayon.
Dan yang lainnya adalah kesuburan tanahnya yang mengelilingi
daerah ini. Di sekitar gunung berapi, banyak terdapat
padi yang baru ditanam. Sebaliknya, panen utama yang
ada di wilayah ini yaitu kelapa (karena daya tahan kelapa
terhadap badai tetapi jangan coba-coba dengan badai
Sisang), pisang dan abaca (serat manila) yang dihasilkan
dari rami dan yang ditenun menjadi tali, topi, keranjang
dan keset.
Pada
masa Spanyol dulu, tempat ini digunakan untuk menjadi
pertambangan emas di Camarines Norte, terutama di dekat
kota Paracale dan Mambulao, tetapi saat ini, pertambangan
emas di sana kepentingan utamanya tidak lama. Tempat
ini memiliki pantai-pantai yang indah di Bagabas, Lanot
dan San Jose. Di sana juga terdapat dua air terjun yaitu
Kanapap dan Itol yang berada di sebelah barat Daet.
Bicol,
sangat mudah dikuasai oleh Spanyol dari tahun 1570,
dan beberapa tahun belakangan, Bicolanos telah dibebaskan
dari membayar upeti untuk mengakui kedaulatan Spanyol
dengan segera.
Sebaliknya,
negara Philipina masa kini tidak menyukai pengakuan
yang dilakukan oleh seluruh Bicolanos. Setelah banyak
menerima tenaga-tenaga baru, propaganda dan organisasi
serumpun, daerah ini menjadi lebih terkenal sejak pergantian
dalam administrasi Negara pada tahun 1986 yang lebih
dikenal dengan operasi NPA. Di Bicol, banyak keberanian
untuk menyerang yang diambil alih oleh NPA yang acap
kali korban jiwa terbesar adalah dari pasukan pemerintah
dibandingkan menyerang bagian lain di negara ini. Suatu
penyerangan yang memikat perhatian negara luas ini terjadi
pada tanggal 27 Februari 1988, ketika kelompok militer
telah dihadang dekat Guinobatan di propinsi Albay dan
12 tentara termasuk anak dari kolonel terkemuka yang
telah dibunuh. Fakta penyerangan ini penyebab kehebohan
karena dihadiri oleh wartawan asing dan bahkan difilmkan
oleh seorang pegawai TV yang katanya dibayar sekitar
40,000 peso untuk hak istimewa ini. Karena itu penyerangan
ini telah dikenakan biaya penyerangan.
Operasi
NPA yang spektakuler di wilayah Bicol juga termasuk
pemutusan lalu-lintas yang menghubungkan antara Luzon
Tengah dan Luzon Selatan Pada tahun 1987.
Tindakan
sabotase ekonomi ini dimulai pada tanggal 7 September
1987 ketika dua jembatan beton di kota Sipocot dan kota
San Fernando di propinsi Camarines Sur dibom. Dua hari
setelah itu, jembatan lainnya dekat Guinobatan di propinsi
Albay diledakkan. Dan pada tanggal 20 September 1987,
sekitar 500 pemberontak NPA membajak sebuah kereta api
perbatasan Manila sebelum kota Del Gallego di propinsi
Albay, mereka menaiki kereta api ke kota dan di sana
telah diserang polisi dan angkatan kepolisian detasemen,
yang membunuh 17 dan melukai 7 pasukan pemerintah. Selanjutnya,
mereka meledakkan jembatan rel kereta api Quilbay untuk
memutuskan lalu-lintas rel dari Utara ke Selatan.
NPA
menuntut untuk mengatur beberapa daerah pedesaan di
Bicol. Hal yang membanggakan juga diperalat di daerah
mereka sendiri yang merupakan pembaruan di beberapa
kotamadya dimana tanah lain dimiliki oleh tuan tanah
yang disita sekaligus dan diberikan kepada kumpulan
petani, atau dimana tuan tanah didesak untuk menghasilkan
pembagian yang besar dari hasil pertanian di atas tanah
mereka untuk organisasi petani.
Informasi
selanjutnya mengenai Luzon Selatan :
-
Geografi
- Jumlah Penduduk
- Daet dan sekitarnya
- Camarines Norte
- Kota Naga
- Gunung Isarog
- Kota Iriga
- Danau Buhi dan Gunung Iriga
- Kota Lagazpi
- Teluk Lagonoy dan Albay
- Tabaco
- Tiwi
- Bacon
- Festival-festival
- Transportasi
|