|
Sagada
dan Sekitarnya
Sagada
adalah kota yang tenang dan indah yang bagi pendatang
baru kelihatannya seperti beberapa bangunan yang terpencar
di jalan-jalan. Seperti Banaue, Sagada terletak di antara
beberapa persawahan yang banyak. Pada umumnya penduduk
di kota itu dihuni oleh suku Bontocs (Igorots).
Dalam penambahan untuk beberapa persawahan, daya tarik
yang paling populer disini adalah pemakaman-pemakaman
lokal dengan peti-peti mati yang tergantung di gua-gua
bawah tanah. Bagi gua-gua bawah tanah, pemandu-pemandu
lokal harus disewa sebagai jalan untuk menempuh jalan
yang berliku-liku dan gelap. Harga per orang sekitar
20 Peso dengan lentera. Biasanya di mulai pada jam 9:00
dengan berjalan kaki, dan kembali kira-kira pada pukul
13:00. Karena ada sesuatu yang lain yang dikerjakan,
Sagada menawarkan sebuah kesempatan yang baik bagi pejalan
kaki atau hanya sebuah tempat istirahat saja. Para wisatawan
yang pergi kesana juga menyisihkan uangnya untuk merokok
ganja.
Suatu peringatan/catatan penting bagi para pejalan :
seperti banyak teerdapat penyembahan berhala disini,
sebuah cabang jalan yang mengindikasikan dengan alasan
kegamaan yang menyebabkan jalan itu ditutup. Kadang-kadang
jalan itu ditutup untuk satu hari dan kadangkala untuk
beberapa hari.
Penginapan
Di musim puncak (Februari dan April), ketika semua penginapan
penuh, seseorang bisa mencoba sebagai tempat peristirahatan
terakhir adalah rumah sakit. Semua ruangan memiliki
com tb.
Rumah Pondokan Curly kamar 40
Green House kamar 4050
Rumah Tamu Julia kamar 50; beristirahat, info
Rumah Tamu Sagada kamar 3050
Cangbay's Place kamar 4050
Rumah Peristirahatan Jalan Joseph kamar 40
Tamasya
Sebuah peta yang secara detail menjelaskan tentang beberapa
kemungkinan tepat tamasya terpajang di Rumah Tamu Julia.
Informasi dan beberapa petunjuk tersedia disini. Beberapa
tempat tamasya yang ditawarkan adalah :
Gunung Ampakau (3 jam)
Bagnen and Gunung Polis (3 jam)
Gua Balangagang (2.5 jam)
Perkampungan Ankileng & Suyo (3 jam)
Gunung Sipitan (3 jam)
Perkampungan Besao (3 jam)
Perkampungan Agawa & air terjun (4 jam)
Perkampungan Sabian (3 jam)
Perkampungan Fidilisan and air terjun (4 jam)
Perkampungan Tanulon & persawahan (4 jam)
Perkampungan Baang & persawahan (4 jam)
Kolam-kolam Tetepan & titi gantung (4 jam)
Gua Matangkib yaitu sebuah gua yang berisi beberapa
peti mati, yang jauhnya kira-kira 10 menit dengan berjalan
kaki dari pusat perkampungan, seseorang bisa mengikuti
jalan itu yang menuju ke Bontoc dan setelah 'Penenunan
Sagada" yang mengambil jalan turun ke kanan. Gua
Sumaging merupakan gua lainnya yang berisi beberapa
peti mati; yang jauhnya sekirat 15 menit dengan berjalan
kaki dari pusat disepanjang jalan menuju ke Ambasing.
Seseorang bisa melintasi jalan melalui sebuah gerbang
yang terbuat dari kayu yang menunjukkan ke jalan menurun
ke sebelah kiri. Gua Marcos merupakan sebuah gua yang
didalamnya terdapat susunan batu yang menakjubkan; beberapa
kristal masih terpancang di atas batu-batu. Seseorang
memerlukan seorang pembimbing untuk menelusuri gua tersebut.
Sebuah gereja yang kelihatan sangat aneh merupakan gereja
episcopal yang besar yang ukurannya diduga lebih besar
dari ukuran perkampungan. Air terjun Bokong merupakan
air terjun dengan kolam renangnya yang alami; yang jauhnya
sekitar 30 menit dengan berjalan kaki menuju ke Bokong,
kemudian sebelah kiri dari jalan tersebut. Satu kilometer
lebih lanjut anda akan menemukan air terjun lainnya
dengan kolam yang alami. Persawahan Kiltepan; sekitar
3.5 kilometer (2 milimeter) dari Sagada; juga anda dapat
melihat Pemandangan di persawahan dan perkampungan Kilong
dan Tetepan.
Transportasi
Ke Baguio Dangwa, Bus berangkat pada pagi hari terletak
disamping balai kota.
Ke Bontoc,Bus atau beberapa jeepney terletak disamping
balai kota.
Ke Besao, jarang sekali jeepney kesana.
Lebih
Lanjut Mengenai Luzon Utara Pusat :
- Daerah
- Geograpi
- Penduduk
- Kayapa
- Banaue dan Sekitarnya
- Bontoc dan Sekitarnya
- Gunung Data
- Perayaan-perayaan
|