|
Daerah
Luzon
Utara Pusat secara praktis terdiri dari rangkaian gunung
Cordillera Philippine. Daerah ini pada umumnya dihuni
oleh suku-suku minoritas hingga beberapa dekade yang
silam yang mempraktekkan suatu gaya hidup yang sangat
kasar dan liar termasuk praktek pemburuan kepala (untuk
lebih detail mengenai beberapa suku tersebut, lihat
pada bab Masyarakat).
Pada umumnya, bagi para penjajah Spanyol maupun Amerika,
Luzon Utara Pusat bukanlah daerah yang menarik untuk ditaklukkan
dan dikuasai. Tidak banyak keuntungan ekonomi yang bisa
diharapkan sebagai daerah yang selalu dipertimbangkan
memiliki gunung-gunung yang terlalu banyak.
Bagaimanapun, beberapa misioner Amerika tidak takut terhadap
daerah tersebut. Mereka menemukan di Cordillera limpahan
material yang mentah. Setiap kewajiban misioner adalah
untuk mempraktekkan profesinya : (menghilangkan) penyembahan
berhala. Kebanyakan Suku-suku gunung yang bertempat tinggal
di Cordillera telah dikristenkan oleh para misioner Amerika,
berlawanan dengan suku-suku minoritas yang bertempat tinggal
di Mindano dan Palawa yang masih hidup dengan agama animisme.
Pengkristenisasian oleh misioner Amerika membuat suku-suku
minoritas Cordillera aman untuk dikunjungi oleh para turis.
Suku yang pertama sekali dikunjungi oleh para turis adalah
suku Ifugaos dan Bontocs, mereka datang untuk melihat
petak-petak sawah maupun gaya hidup penduduk asli atau
setengah asli yang masih dijalankan di beberapa perkampungan
suku tersebut.
Bahkan bagaimanapun, praktek-praktek keagaman bukanlah
menjadi ancaman bagi para pendatang yang mengunjungi
Cordillera, kekacauan politik telah menciptakan bahaya
baru didaerah tersebut. Padahal sebelumnya, eksploitasi
ekonomi tidak begitu penting sebagai corak penghuni
dataran rendah ini untuk datang ke Cordillera, teknologi-teknologi
baru yang datang setelah Perang Dunia ke dua telah merubah
keadaan ini. Perusahaan-perusahaan pertambangan Internasional
maupun firma-firma yang ada ditemukan dalam beberapa
dekade terakhir ini merupakan keuntungan yang dapat
dibangun di Cordillera. Acapkali dengan cara diam-diam,
perencanaan beberapa perusahaan untuk mengeksploitasi
sumber-sumber alam Cordillera yang didapat dari daerah-daerah
milik keturunan nenek moyang yang luas yang didiami
oleh suku-suku gunung dimana kesempatan mereka untuk
menjalankan kehidupan mereka dengan cara tradisional
dirampas secara tiba-tiba. Sebagai satu contoh yang
dapat dikutip adalah masalah perusahaan Celophil milik
Marcos crony Herminio Desini yang memegang konsesi seluas
200,000 hektar (772 mil persegi) hutan dan lahan-lahan
peninggalan nenek moyang yang terletak di Cordillera.
Konsesi tersebut telah dikeluarkan pada tahun 1972 untuk
waktu yang telah ditentukan yaitu selama 25 tahun. Karena
jaminan pemerintah, para penduduk asli melaporkan para
penghuni illegal yang tinggal di lahan-lahan nenek moyang
mereka dan mencegah masuk secara bebas ke hutan komunal
mereka. Celophil menghentikan operasinya pada tahun
1984.
Proyek lainnya yang telah direncanakan untuk dbangun
tanpa menghormati kepentingan suku-suku gunung yaitu
pembangunan sebuah dam diatas sungai Chico untuk pembangkit
listrik tenaga air.
Intervensi ekonimi secara tiba-tiba di Cordillera telah
membuat ketidakpuasan diantara masyarakat suku yang
membuat mereka ingin sekali bergabung dengan NPA untuk
mempertahankan kepentingan-kepentingan mereka. Untuk
memberhentikan pembangunan dam Chico, anggota suku pribumi
diwilayah17 mempengaruhi masyarakat untuk melawan pemerintah.
8 orang pekerja dam dan 9 personil militer telah terbunuh.
Setelah kejadian ini, bank dunia menarik dukungannya
dan pembangunan dam tidak diteruskan lagi dan penyelesaian
beberapa pekerjaan tidak tercapai.
Pasukan-pasukan pemberontak telah terpecah setelah Cory
Aquino datang sebagai satu kekuatan, yang mempunyai
kharismatik diantara pemimpin-pemimpin pemberontakan.
Pendeta Conrado Balweg dipilih untuk melakukan negosiasi
dalam pemecahan masalah yang terjadi dalam mayarakat
Cordillera, dan meninggalkan NPA bersama-sama dengan
beberapa pengikutnya. Setelah itu Balweg membuat organisasi
sendiri yaitu Tentara Pembebasan Masyarakat Cordillera
pada bulan april tahun 1986. Dua bulan kemudia, tepatnya
tanggal 21 Juni 1986, Balweg dan kelompoknya disergap
oleh NPA dekat Licauan di propinsi Arba, tetapi dia
tidak terbunuh. Setelah itu Balweg ikut didalam beberapa
negosiasi dengan pemerintahan Aquino untuk penciptaan
satu daerah otonomi Cordillera yang terletak didalam
negara Philipina.
Sedangkan kelompok Balweg tidak lagi melancarkan aksinya
melawan pemerintahan sejak Cory Aquino datang sebagai
satu kekuatan, sementara NPA masih terus mengadakan
beberapa penyergapan dan penyerbuan.
Korps Perdamaian Amerika Serikat pada awal tahun 1988
menarik empat pekerjanya dari sagada di propinsi Gunung
demi keamanan mereka dari penyergapan NPA. Masih juga
di sagada, 9 pasukan pemerintahan telah terbunuh dalam
suatu penyergapan yang dilakukan oleh NPA pada tanggal
13 Juni 1988.
Bulletin Manila, kamis 20 Juni 1991 (artikel Banaue,
Ifugao, oleh Juan B. Dait Jr.)
"Ketua eksekutif daerah ini telah memohon kepada
pemerintahan nasional dalam hal bantuan keuangan dengan
segera dalam rangka rehabilitasi beberapa sistem irigasi
yang telah rusak untuk mengairi petak-petak sawah Ifugao.
Pada waktu yang sama, Mayor Abriol Chulipa mengatakan
bahwa kepariwisataan akan sangat memprihatinkan jika
salah satu yang menjadi daya tarik wisatawan yang terbesar
di negara ini terabaikan.
Chulipa mengatakan bahwa sejumlah petani petak sawah
telah menelantarkan pengolahan sawah dikarenakan kekurangan
air. Saluran irigasi telah rusak berat sejak terjadinya
gempa bumi yang dahsyat pada tanggal 16 Juli.
Salah satunya, dia mengatakan sistem irigasi kuno tersebut
berada di Barangay Bangaan. Ini merupakan sisa irigasi
yang tidak diperbaiki yang mengakibatkan tidak bisa
mengairi beberapa hektar sawah yang berada digunung.
Mayor (Chulipa) mengatakan bahwa para petani tersebut
berbalik mencari sumber penghidupan lainnya. Beberapa
petani bahkan telah pergi ke tambang-tambang emas di
Benguet dan yang lainnya telah bekerja di beberapa proyek
infrastuktur. Oscar Fuentes seorang menejer Hotel Banaue
mengatakan bahwa jika sawah-sawah tersebut diterlantarkan
oleh para petani, maka kepariwisataan di daerah ini
akan mengalami kemunduran dan kerugian yang mempengaruhi
ekonomi masyarakat. Bagi mereka yang bukan petani menggantung
kehidupan mereka terutama pada kepariwisataan yang berhubungan
kepada industri-indistri seperti ukiran kayu, tenunan
dan pengayaman keranjang.
Persawahan Banaue, yang merupakan salah satu daya tarik
kepariwisataan yang terbesar di negara ini, telah dideklarasikan
sebagai harta karun nasional oleh Presiden Marcos.
Chulipa menyesali bahwa pemerintah nasional tidak melakukan
apapun untuk menolong para petani lokal maupun dalam
pemeliharaan persawahan tersebut."
Lebih Lanjut Mengenai Luzon Utara Pusat :
- Geograpi
- Penduduk
- Kayapa
- Banaue dan Sekitarnya
- Bontoc dan Sekitarnya
- Sagada dan Sekitarnya
- Gunung Data
- Perayaan-perayaan
|