pt.asiamaya dotcom indonesiaH O M Etravel / wisata
Pandu Asiamap / peta indonesiaMaps Jakarta with PhotosSingapore Streets AtlasIndonesia GuideAsia GuideTravel AsiaHotel BookingsApartments in Jakartadictionary / kamusIndonesia - EnglishVIP / Figur IndonesiaBintang IndonesiaTokoh IndonesiaInternational FiguresBintang IndiaBintang MeksikoBintang MalaysiaBintang MandarinInternational CelebritiesSports / OlahragaPemain SepakbolaKlub Sepakbola
Business / BisnisPublic CompaniesHealth / KesehatanBerita KesehatanJamu InformationNutrisiLaw / HukumKonsultasi HukumUndang-undangBerita HukumEducation / PendidikanPerguruan TinggiDirectory / DirektoriIndonesia ISPPostal RatesCompany Profile

Philipina


Daerah


Luzon Utara Pusat secara praktis terdiri dari rangkaian gunung Cordillera Philippine. Daerah ini pada umumnya dihuni oleh suku-suku minoritas hingga beberapa dekade yang silam yang mempraktekkan suatu gaya hidup yang sangat kasar dan liar termasuk praktek pemburuan kepala (untuk lebih detail mengenai beberapa suku tersebut, lihat pada bab Masyarakat).

Pada umumnya, bagi para penjajah Spanyol maupun Amerika, Luzon Utara Pusat bukanlah daerah yang menarik untuk ditaklukkan dan dikuasai. Tidak banyak keuntungan ekonomi yang bisa diharapkan sebagai daerah yang selalu dipertimbangkan memiliki gunung-gunung yang terlalu banyak.

Bagaimanapun, beberapa misioner Amerika tidak takut terhadap daerah tersebut. Mereka menemukan di Cordillera limpahan material yang mentah. Setiap kewajiban misioner adalah untuk mempraktekkan profesinya : (menghilangkan) penyembahan berhala. Kebanyakan Suku-suku gunung yang bertempat tinggal di Cordillera telah dikristenkan oleh para misioner Amerika, berlawanan dengan suku-suku minoritas yang bertempat tinggal di Mindano dan Palawa yang masih hidup dengan agama animisme.

Pengkristenisasian oleh misioner Amerika membuat suku-suku minoritas Cordillera aman untuk dikunjungi oleh para turis. Suku yang pertama sekali dikunjungi oleh para turis adalah suku Ifugaos dan Bontocs, mereka datang untuk melihat petak-petak sawah maupun gaya hidup penduduk asli atau setengah asli yang masih dijalankan di beberapa perkampungan suku tersebut.

Bahkan bagaimanapun, praktek-praktek keagaman bukanlah menjadi ancaman bagi para pendatang yang mengunjungi Cordillera, kekacauan politik telah menciptakan bahaya baru didaerah tersebut. Padahal sebelumnya, eksploitasi ekonomi tidak begitu penting sebagai corak penghuni dataran rendah ini untuk datang ke Cordillera, teknologi-teknologi baru yang datang setelah Perang Dunia ke dua telah merubah keadaan ini. Perusahaan-perusahaan pertambangan Internasional maupun firma-firma yang ada ditemukan dalam beberapa dekade terakhir ini merupakan keuntungan yang dapat dibangun di Cordillera. Acapkali dengan cara diam-diam, perencanaan beberapa perusahaan untuk mengeksploitasi sumber-sumber alam Cordillera yang didapat dari daerah-daerah milik keturunan nenek moyang yang luas yang didiami oleh suku-suku gunung dimana kesempatan mereka untuk menjalankan kehidupan mereka dengan cara tradisional dirampas secara tiba-tiba. Sebagai satu contoh yang dapat dikutip adalah masalah perusahaan Celophil milik Marcos crony Herminio Desini yang memegang konsesi seluas 200,000 hektar (772 mil persegi) hutan dan lahan-lahan peninggalan nenek moyang yang terletak di Cordillera. Konsesi tersebut telah dikeluarkan pada tahun 1972 untuk waktu yang telah ditentukan yaitu selama 25 tahun. Karena jaminan pemerintah, para penduduk asli melaporkan para penghuni illegal yang tinggal di lahan-lahan nenek moyang mereka dan mencegah masuk secara bebas ke hutan komunal mereka. Celophil menghentikan operasinya pada tahun 1984.

Proyek lainnya yang telah direncanakan untuk dbangun tanpa menghormati kepentingan suku-suku gunung yaitu pembangunan sebuah dam diatas sungai Chico untuk pembangkit listrik tenaga air.

Intervensi ekonimi secara tiba-tiba di Cordillera telah membuat ketidakpuasan diantara masyarakat suku yang membuat mereka ingin sekali bergabung dengan NPA untuk mempertahankan kepentingan-kepentingan mereka. Untuk memberhentikan pembangunan dam Chico, anggota suku pribumi diwilayah17 mempengaruhi masyarakat untuk melawan pemerintah. 8 orang pekerja dam dan 9 personil militer telah terbunuh. Setelah kejadian ini, bank dunia menarik dukungannya dan pembangunan dam tidak diteruskan lagi dan penyelesaian beberapa pekerjaan tidak tercapai.

Pasukan-pasukan pemberontak telah terpecah setelah Cory Aquino datang sebagai satu kekuatan, yang mempunyai kharismatik diantara pemimpin-pemimpin pemberontakan. Pendeta Conrado Balweg dipilih untuk melakukan negosiasi dalam pemecahan masalah yang terjadi dalam mayarakat Cordillera, dan meninggalkan NPA bersama-sama dengan beberapa pengikutnya. Setelah itu Balweg membuat organisasi sendiri yaitu Tentara Pembebasan Masyarakat Cordillera pada bulan april tahun 1986. Dua bulan kemudia, tepatnya tanggal 21 Juni 1986, Balweg dan kelompoknya disergap oleh NPA dekat Licauan di propinsi Arba, tetapi dia tidak terbunuh. Setelah itu Balweg ikut didalam beberapa negosiasi dengan pemerintahan Aquino untuk penciptaan satu daerah otonomi Cordillera yang terletak didalam negara Philipina.

Sedangkan kelompok Balweg tidak lagi melancarkan aksinya melawan pemerintahan sejak Cory Aquino datang sebagai satu kekuatan, sementara NPA masih terus mengadakan beberapa penyergapan dan penyerbuan.

Korps Perdamaian Amerika Serikat pada awal tahun 1988 menarik empat pekerjanya dari sagada di propinsi Gunung demi keamanan mereka dari penyergapan NPA. Masih juga di sagada, 9 pasukan pemerintahan telah terbunuh dalam suatu penyergapan yang dilakukan oleh NPA pada tanggal 13 Juni 1988.

Bulletin Manila, kamis 20 Juni 1991 (artikel Banaue, Ifugao, oleh Juan B. Dait Jr.)

"Ketua eksekutif daerah ini telah memohon kepada pemerintahan nasional dalam hal bantuan keuangan dengan segera dalam rangka rehabilitasi beberapa sistem irigasi yang telah rusak untuk mengairi petak-petak sawah Ifugao.

Pada waktu yang sama, Mayor Abriol Chulipa mengatakan bahwa kepariwisataan akan sangat memprihatinkan jika salah satu yang menjadi daya tarik wisatawan yang terbesar di negara ini terabaikan.

Chulipa mengatakan bahwa sejumlah petani petak sawah telah menelantarkan pengolahan sawah dikarenakan kekurangan air. Saluran irigasi telah rusak berat sejak terjadinya gempa bumi yang dahsyat pada tanggal 16 Juli.

Salah satunya, dia mengatakan sistem irigasi kuno tersebut berada di Barangay Bangaan. Ini merupakan sisa irigasi yang tidak diperbaiki yang mengakibatkan tidak bisa mengairi beberapa hektar sawah yang berada digunung.

Mayor (Chulipa) mengatakan bahwa para petani tersebut berbalik mencari sumber penghidupan lainnya. Beberapa petani bahkan telah pergi ke tambang-tambang emas di Benguet dan yang lainnya telah bekerja di beberapa proyek infrastuktur. Oscar Fuentes seorang menejer Hotel Banaue mengatakan bahwa jika sawah-sawah tersebut diterlantarkan oleh para petani, maka kepariwisataan di daerah ini akan mengalami kemunduran dan kerugian yang mempengaruhi ekonomi masyarakat. Bagi mereka yang bukan petani menggantung kehidupan mereka terutama pada kepariwisataan yang berhubungan kepada industri-indistri seperti ukiran kayu, tenunan dan pengayaman keranjang.

Persawahan Banaue, yang merupakan salah satu daya tarik kepariwisataan yang terbesar di negara ini, telah dideklarasikan sebagai harta karun nasional oleh Presiden Marcos.

Chulipa menyesali bahwa pemerintah nasional tidak melakukan apapun untuk menolong para petani lokal maupun dalam pemeliharaan persawahan tersebut."


Lebih Lanjut Mengenai Luzon Utara Pusat :

- Geograpi
- Penduduk
- Kayapa
- Banaue dan Sekitarnya
- Bontoc dan Sekitarnya
- Sagada dan Sekitarnya
- Gunung Data
- Perayaan-perayaan


This page : http://www.asiamaya.com/panduasia/philipina/e-06ceno/ep-cen10.htm
Editor : Sri Ayu Wulandari

Copyright Asiamaya.com 2000 - About Asiamaya Dotcom
PT Asiamaya Dotcom Indonesia
Jl. Tanjung Selor No.17 A-B, Jakarta 10150
Phone : (021) 6320429 - Fax : (021) 63862019 - E-mail : asiamaya@cbn.net.id

Other Asiamaya domains : asiasecurities-online.com bintangindonesia.com doktergigiindonesia.com jakartastreets.com lechicmedan.com northsumatratravel.com notarisindonesia.com pupukkaptan.com qualitysuitesmedan.com resepmemasak.com sitopsi.com sumatrautara-online.com undang-undangindonesia.com usmarriagelaw.com uspostalcharges.com warintek.net worldfamilylaw.com worldmarriagelaw.com worldpostalcharges.com

Please also see the following travel-related domains: asiamaya.com bali-hotels.net bali-travel.net bandunghotels.net borobudur-travel.com hotels-bali.net hotels-indonesia.com jaheafrica.com jaheamerica.com jaheaustralia.com jahebali.com jaheurope.com jahehongkong.com jahemalaysia.com jahesingapore.com jahethailand.com jakarta-hotels.org kalimantantravel.com manadohotels.net medantravel.com northsumatratravel.com oneasiatravel.com panorama-convex.com panorama-leisure.com panorama-tours.com panorama-travel.net solohotels.net sulawesi-travel.com sumatra-travel.com surabayahotels.net ubudtravel.com yogyakartahotels.net