|
Daerah
Luzon
Barat Laut merupakan bagian dari pulau utama Philipina
yang banyak di senangi oleh para turis asing. Dan ini
bukanlah tempat satu-satunya dimana seseorang ingin
bepergian, sebagaimana halnya dengan Luzon Selatan dan
Mindoro, tetapi kepariwisataan didistribusikan secara
bersamaan di seluruh daerah.
Diantara Beberapa daya tarik, yang pertama adalah garis
pantainya. Dari Tanjung Bolinao di ujung jazirah Pangasinan
di bagian utara sampai Tanjung Bojeador yang terletak
di ujung peopinsi Ilocos Norte di sebelah utara, pantai
tersebut menawarkan pantai-pantai yang indah yang bagus
untuk berenang, berlayar dan surfing. Garis pantai yang
sangat di sukai adalah bagian tengah dari Lingayen sampai
San Fernando, La Union.
Gempa bumi yang dahsyat telah melanda Luzon sibagian
utara pada tanggal 16 Juli 1999, yang juga memiliki
efek terhadap pantai-pantai meskipun efek itu hanya
terhadap prasarana saja bukan terhadap pantai-pantainya
secara langsung. Beberapa bangunan tempat peristirahatan
pantai telah hancur. Beberapa penelitian mengenai ini
sebenarnya telah di buat sebelum gempa terjadi dan karena
itulah, sejumlah tempat peristirahatan pantai pada bulan
Mei tahun 1991 dan 1992 telah terdaftar tidak beroperasi
secara penuh, atau beberapa dari fasilitas mereka seperti
lapangan tennis tidak beroperasi untuk sementara. Bagaimanapun,
masih terdapat sedikit perdebatan bahwa kepariwisataan
di daerah ini akan mengatasi kemerosotan yang diderita
akibat gempa. Dan jauh ke utara para pengunjung memilih
tujuannya, dimana kerusakan yang dialami akibat gempa
sangat kecil sekali.
Sebagian besar kerusakan yang disebabkan oleh gempa
adalah pemandangan arsitektural utama daerah tersebut,
yaitu kota Vigan; Vigan sejauh ini merupakan gambaran
dari kota Spanyol yang terbaik di kepulauan nusantara
ini.
Dibandingkan dengan bagian-bagian lainnya di kepulauan
nusantara ini, Luzon barat laut memiliki konflik sosial.
Pertama sekali, mengenai pembagian lahan yang kelihatan
tidak adil seperti beberapa pulau di bagian selatan.
Di bagian barat laut Luzon yang juga di hubungkan dengan
Ilocandia ( diambil dari nama propinsi-propinsi utamanya,
Ilocos Norte dan Ilocos Sur, dan dialek setempat, Ilocano)
bahkan luzon barat laut ini memiliki sejumlah penduduk
yang sedikit borjuis di beberapa daerah. Dan masyarakat
yang berada di sepanjang pantai juga tidak dianggap
miskin pada penglihatan pertama, begitu pula mereka
yang berada di pulau-pulau bagian selatan. Beberapa
kota Ilocandia telah diberi preferensi untuk dua dekade
oleh pemerintah terdulu yaitu Presiden Ferdinand Marcos
yang berasal dari Ilocos Norte. Hal ini sangat mencolok
dimana beberapa kotamadya yang terletak di sepanjang
pantai memiliki bangunan-bangunan pasar yang baru, dan
plaza-plaza kota yang selalu didekorasi dengan baik.
Masyarakatnya, bagaimanapun, mereka lebih jauh dengan
orang-orang asing daripada dengan orang-orang yang tinggal
di pulau-pulau dibagian selatan, terutama Cebuanos.
Lagipula, Marcos masih tetap di hormati dan di sanjung
oleh semua masyarakat Ilocandia, dan beberapa masyarakat
Ilocandia menyalahkan media asing dan pemerintahan Amerika
atas jatuhnya presiden Marcos pada tahun 1986.
Suatu ciri khas yang luar biasa di daerah ini telah
di pamerkan oleh Kota Baguio, yang terletak hanya sekitar
40 kilometer (25 milimeter) disebelah timur pantai tetapi
rata-rata ketinggian sekitar 1,600 meter (5,25 kaki).
Kota ini merupakan kota baru yang dibangun oleh pemimpin-pemimpin
kolonial Amerika untuk mengetahui perubahan iklim tropis.
Terutama pada bulan April dan Mei. Bahkan sekarang ini,
industri utama kota ini adalah menyediakan iklim yang
menyenangkan dengan parasarana yang cocok bagi para
pengunjung yand datang dari dataran rendah.
Bagaimanapun, kepariwisataan di Baguio telah menderita
cukup berat dikarenakan gempa yang terjadi pada tanggal
16 Juli 1990. Tidak hanya beberapa hotel saja yang hancur
atau rusak; tetapi yang paling buruk dari semua itu
adalah, beberapa hubungan jalan telah terganggu selama
beberapa bulan dan untuk jangka waktu yang lama, Baguio
pada saat itu bisa dicapai hanya melalui beberapa persimpangan
utama. Jalan masuk yang mudah selalu menjadi asset yang
besar bagi kota, perjalanan ini hanya memakan waktu
satu jam atau kurang dari satu jam untuk mencapai kota
dari pantai. Tetapi ketika Jalan Kennon tidak berfungsi
lagi dikarenakan gempa, Baguio tidak lagi menjadi kota
yang mudah di capai dibandingkan dengan beberapa tempat
lainnya di Cordilleras.
Ini bukanlah pertama sekali Baguio mengalami kerusakan
sehingga gedungnya hancur rata dengan tanah. Pada Perang
Dunia ke dua, kemerdekaan dari bangsa Jepang yang telah
meninggalkan kota dalam keruntuhan dan kemudian kota
ini dipulihkan kembali lebih besar dan kaya daripada
keadaan sebelumnya. Dan sementara beberapa bagian dari
Baguio kemungkinan hilang untuk selamanya, seperti Hotel
Hyatt yang selalu di gunakan oleh keluarga Marcos. Baguio
keseluruhannya, menurut saya, akan menjadi kota yang
sangat indah seperti sebelumnya setelah beberapa tahun.
Jalur ekonomi kedua Baguio disamping kepariwisataan
adalah memiliki perkebunan dan pertanian jenis sayur-sayuran
dan buah-buahan yang mana iklim di Philipina biasanya
tidak selalu cocok dengan sayur-sayuran dan buah-buahan
yang ditanam, seperti selada dan strawberry.
Pertanian tembakau di daerah ini memainkan peranan yang
sangat besar. Keadaan seperti ini berasal dari Bangsa
Spanyol. Pada tahun 1781 bangsa Spanyol memonopoly tembakau
di daerah tersebut yang berarti bahwa semua tempat-tempat
yang bagus untuk ditanami digunakan untuk penanaman
tembakau. Tembakau tentu saja bukan sebagai pengganti
hasil panen yang bisa di makan dan keuntungan yang diperoleh
dari perdagangan tembakau di pasar dunia bukanlah di
buat oleh para petani tetapi oleh para pedagang Spanyol,
monopoly tembakau membawa penderitaan yang sangat berat
bagi masyarakat. Setelah bangsa Spanyol dipaksa membuka
Philipina untuk perdagangan bebas pada pertengahan abad
ke sembilanbelas, kemudian monopoly tembakau ditiadakan
pada tahun 1883. Bagaimanapun, sampai sekarang masih
banyak tanaman tembakau yang tumbuh, dan daerah tersebut
terkenal karena kualitas tembakaunya. Cerutu-cerutu
tabacalera Philipina merupakan cerutu yang terbaik diantara
cerutu-cerutu lainnya yang ada di dunia, dan beberapa
ahli beralih ke cerutu-cerutu tabacalera ketika cerutu-cerutu
Cuban tidak tersedia lagi dipasar dunia dan kemudian
pemboikotan perdagangan dilakukan di pulau itu setelah
terjadinya revolusi Castro.
Bicara tentang revolusi, hal ini telah tercatat bahwa
kekuatan revolusi CPP dan NPA juga aktif di Luzon barat
laut. Tetapi, kehadiran mereka di sepanjang pantai Ilocandia
lebih sedikit daripada di pedalam Luzon utara.
Beberapa pemberontakan, bagaimanapun, telah terjadi
dalam sejarah daerah ini. Salah satu dari pemberontakan
tersebut dipimpin oleh Diego Silang pada tahun1762.
Sedangkan pemberontakan lainya terjadi dikarenakan pajak
sake (minuman keras buatan Jepang dari beras), yang
disebut Basi, pada tahun 1807.
Lebih Lanjut Mengenai Luzon Barat Laut :
- Geografi
- Penduduk
- Lingayen sampai San Fernando,
La Union
- Kota Baguio
- Pantai Ilocos
- Festival
- Transportasi
|