|
Wilayah
Luzon Tengah
Luzon
Tengah adalah pusat masyarakat di Negara ini. Paling sedikit
sekitar 30% penduduk negeri ini yang tinggal di sini. Sebenarnya
luas pusat urban ini tidak hanya berisi 7.9 juta jiwa (May
1990) penduduk Metro Manila dengan 4 kota dan 13 kotamadya
tetapi jangkauannya di luar perbatasan ibukota sampai ke utara,
selatan dan timur.
Di perbatasan
utara yang berbatasan dengan Metro Manila terdapat kota-kota
Meycauayan, Bocaue dan Malolos, yang masing-masing kota dihuni
100,000 jiwa penduduk. Ke perbatasan selatan terdapat Kota
Cavite, Bacoor dan Imus, yang tidak kelihatan perbatasannya
sampai ke Las Pinas, di bagian paling selatan Metro Manila.
Dan ke perbatasan timur terdapat kota-kota Cainta, Antipolo,
dan Taytay.
Siapa
saja yang menginginkan untuk menjabarkan Luzon tengah sebagian
besar haruslah menceritakan tentang Metro Manila. Buku ini
berisi bab-bab yang luas mengenai ibukota negara sebelum bab-bab
mengenai Luzon Tengah. Karena itu, paragraf-paragraf di sini
kita hanya membahas Luzon Tengah termasuk Manila.
Dataran
Luzon Tengah terletak di Metro Manila utara yang merupakan
bagian dari propinsi Bulacan, Pampangan, Tarlac, Nueva Ecija,
dan Pangasinan. Daerah ini dikenal sebagai lumbung padi Philipina,
bahkan, sebagian besar padi di negara ini tumbuh di sana.
Propinsi Tarlac juga menghasilkan gula terbanyak di Hacienda
Luisita, yang dimiliki oleh keluarga mantan Presiden Corazon
Aquino. Tempat ini merupakan haciendas terbesar di kepulauan.
Panen lainnya di dataran Manila utara ini adalah jagung dan
tembakau.
Propinsi
Cavite, Laguna dan Batangas terletak di Metro Manila selatan
yang juga memiliki tanah yang subur; bagaimanapun, daerah
ini tidak menguntungkan untuk menanam padi karena umumnya
daerah ini berbukit-bukit dan bahkan sebahagiannya merupakan
daerah pegunungan. Panen utama di sana adalah gula dan kelapa.
Ke ibukota
timur, hanya terdapat garis pantai Laguna de Bay yang sangat
padat penduduknya. Letak perbatasannya tidak begitu menarik,
pegunungan Sierra Madre tidak banyak menghasilkan pertanian
atau kegiatan ekonomi lainnya.
Sebuah
gunung berapi, yaitu gunung Pinatubo, tidak aktif selama lebih
dari 600 tahun, karena telah meletus pada tanggal 9 Juni 1991,
dan telah merubah pemandangan dan ciri khas geografis dataran
Luzon Tengah, terutama propinsi-propinsi yang sangat dekat
dengan gunung berapi ini - yaitu Zambales, Pampanga dan Tarlac.
Sungai-sungai telah merubah alirannya dan telah meluapkan
tepian sungai karena tersumbat oleh puing-puing dari letusan
gunung berapi yang muncul akibat terus menerusnya hujan lebat.
Lahan pertanian yang luas telah berbalik menjadi gurun lumpur
dan gurun abu sebenarnya. Bahan alami dari letusan gunung
berapi ini adalah keasam-asaman dan sebagian besar tanahnya
telah tertutup oleh lumpur dan abu, kedalaman juga harus ditimbun
dengan menggunakan mesin bajak. Karang di sekeliling air telah
tertimbun dan terbenam dan jumlah ikan menjadi sangat berkurang.
Pohon-pohon kecil, semak-semak dan makanan untuk hewan mulai
terbenam di bawah timbunan abu dari letusan gunung berapi.
Seluruh
perkampungan telah tersapu oleh aliran lumpur yang disebabkan
hujan bahan-bahan gunung berapi dan jumlah penduduk yang dipindahkan
berkisar ratusan ribu orang.
Pakar
volkanologis Philipina yang dipimpin oleh Raymundo Punongbayan
memperkirakan bahwa Gunung Pinatubo telah memancarkan dua
km kubik reruntuhan gunung berapi termasuk batu, pasir, abu
dan bahan-bahan lainnya pada letusan pertama setelah tanggal
9 Juni 1991.
Insinyur
Fortunato Dejoras, ketua dari Kantor Civil Defense Philipina
(OCD), mengungkapkan kekhawatirannya bahwa sebagian besar
dari dataran Luzon yang berdayaguna akan berbalik menjadi
gurun yang luas. (Lihat catatan di bawah untuk informasi lebih
lanjut mengenai letusan Gunung Pinatubo.)
Tentu
saja, dengan ibukota negara di tengah-tengahnya, Luzon tengah
selalu menjadi bagian dalam penentuan politik di pulau tersebut.
Sebagian dari peristiwa-peristiwa penting diselenggarakan
di ibukota, kota-kota di Luzon tengah memiliki sosok terkemuka
dalam sejarah Philipina.
Di Malolos,
Bulacan, undang-undang dasar pertama dari kemerdekaan Philipina
telah diumumkan pada tanggal 21 Januari 1899.
Kota Tarlac
telah menduduki pemerintahan Philipina selama satu bulan,
pada bulan Maret 1899, setelah Presiden Aguinaldo melarikan
diri dari Bulacan karena datangnya pasukan kolonial baru yang
bertuan rumah di US.
Sekali
lagi 13 orang telah dieksekusi di Kota Cavite pada tanggal
12 September 1896, sebagai sebuah tindakan pembalasan Spanyol
untuk revolusi Katipunan pada waktu yang sama. Dalam memoriam
eksekusi ini, ibukota Propinsi Cavite telah dijuluki Trece
Martires. Pada tanggal 12 Juni 1898, Philipina mengumumkan
sendiri kemerdekaan Spain di Kawit, Cavite.
Pantai
timur Luzon tengah, bagian kekuasaan propinsi Quezon dan Aurora,
dianggap sangat terbelakang oleh pemerintahan nasional dan
diduga di bawah kekuasaan NPA. Pada tanggal 30 Juni 1986,
NPA ditentang karena mengizinkan seluruh media meliput iring-iringan
penyergapan pemerintah dekat kota Gumaca. Penyergapan ini
telah mengakibatkan 21 tentara tewas.
Di jazirah
pegunungan Bataan, NPA juga dianggap sangat kuat. Para komunis
telah memilih kota Samal di propinsi ini untuk menggelar pawai
bersenjata sendiri pada tanggal 14 Desember 1986, Hari-hari
selama tiga bulan terjadi genjatan senjata antara tentara
pemerintah dan NPA yang menjadi lebih sering. Beberapa ribu
pemberontak yang bersenjata telah dikumpulkan untuk peristiwa
itu. Di propinsi Bataan, CPP dan NPA juga telah mendirikan
cabang persatuan pertama mereka dan tubuh-tubuh pemerintahan
daerah pilihan.
Bataan
memiliki tradisi kemiliteran. Jazirahnya telah dipilih oleh
balatentara US dan Philipina pada perang dunia ke II sebagai
benteng terakhir dari pertahanan melawan serbuan pasukan Jepang.
Pasukan US dan Philipina menyerah setelah terjadi pertarungan
pada tanggal 9 April 1942.
Ini diikuti
dengan Kematian Barisan tentara US dan Philipina yang berjumlah
36,000 tentara dengan keji dari kota Mariveles di propinsi
Bataan sampai kamp O'Donnel di kota Capas di propinsi Tarlac.
Hal ini menjadi perjalanan yang sangat menyakitkan tanpa makanan
dan air di mana beberapa tahanan perang tidak dapat terselamatkan
jiwanya.
Capas,
sekitar 25 tahun yang lalu, pada tanggal 19 Maret 1969, adalah
tempat untuk pembinaan Tentara-tentara Baru. Dari sana, NPA
memperluas pengaruhnya sampai dataran Luzon tengah. Wilayah
ini sangat tidak menyenangkan bagi para pemberontak. Pada
tahun 1950-an populist communist Huks merupakan benteng mereka
yang berada di dataran Luzon tengah, terutama propinsi Pampanga.
Propinsi Pampanga juga merupakan tempat dari beberapa awal
pemberontakan, pada tahun 1660 penduduk asli Philipina menentang
Spanyol, pada tahun 1762 Cina menentang Spanyol dan penduduk
asli Philipina.
Informasi
selanjutnya mengenai Luzon Tengah :
- Propinsi
Manila Utara
- Propinsi Batangas & Cavite
- Propinsi Laguna
- Propinsi Rizal
- Propinsi Quezon
- Festival
- Transportasi
|