Jual Beli Rumah Belum Balik Nama

Situasi yang saya hadapi :

1. papa saya dalam masalah penipuan (papa ditipu orang dalam usaha jual beli minyak ) dan setahu saya sampai sekarang masih berlanjut

2. saya dibelikan rumah dengan atas nama saya dan adik saya tetapi belum balik nama dengan pemilik lama hanya saja surat jual beli memang atas nama kami, tetapi di bulan februari kami diusir dan surat jual beli serta sertifikat ada di tangan papa

3. papa saya sering memukul terakhir saya ingin dibekap dengan bantal di kamar tidur tetapi untung saja ada adik saya yang melarang

Pertanyaan :

1. Apa yang harus saya lakukan terhadap rumah tersebut karena menurut analisa mama saya, papa saya mengatasnamakan saya dan adik supaya dia tidak tercium oleh pihak berwajib mengingat sepak terjangnya di hongkong sebagai mafia, menurut saya dia sangat menakutkan. jadi yang mama takutkan adalah apabila ada suatu hal maka kami akan terseret pula dan juga perlu diketahui ketika diusir kami dilarang untuk membawa barang apapun tapi kami mengambil semua barang jadi yang dikhawatirkan dia akan menuduh balik bahwa kami pencuri karena telah mencuri semua barang yang dia belikan ( hal seperti ini pernah terjadi)

2. Apakah kami harus melaporkan ke pihak yang berwajib tentang hal ini ?

terima kasih

Jawaban :

Jual beli merupakan suatu persetujuan dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatu barang, dan pihak yang lain untuk membayar harga yang telah diperjanjikan (ketentuan Pasal 1457 KUH Perdata). Berdasarkan ketentuan dalam pasal tersebut jika dikaitkan dengan kasus yang ada maka apabila telah terjadi adanya suatu perbuatan hukum (pembeli) telah menyerahkan uang dan barang tersebut telah diserahkan oleh penjual kepada pembeli meskipun bukan atas nama pembeli maka yang bertanggung jawab atas adanya perbuatan hukum selanjutnya adalah nama orang yang mengatasnamakan dirinya. Sehingga dalam kasus tersebut Saudara dan adik saudara dapat meminta kembali surat jual beli dan sertifikat yang ada pada papa saudara.

2. Tindakan papa Saudara menurut analisa kami telah melampaui batas sehingga jika Saudara ingin melaporkan kepada pihak yang berwajib dapat Saudara lakukan dengan dalih penganiayaan dalam keluarga tetapi dengan syarat harus ada bukti dan saksi yang menguatkan. Dalam hal ini dapat dituntut berdasarkan Pasal 351KUHP.