Dadap Ayam, Papilionaceae

Latin : Erythrina variegata var. OrientaIis / E. Indica / E. lithosperma Bl / E. Corallodendros

Indonesia : Dadap blendung / D. laut

English :

Familia : Papilionaceae

Wilayah :

Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara, terutama di daerah pantai pasir. Di puIau Jawa tumbuh diketinggian 1200 m di atas permukaan laut dan biasanya ditanam sebagai pagar hidup.

Uraian tanaman :

Tanaman ini memiliki pohon yang bungkuk dimana tingginya antara 15-2O m. Besar batang antara 45-6O cm dan berduri. Bunganya berwarna merah jernih, tumbuhnya berpasangan dan biasa didatangi burung madu. Daunnya bersirip, berbentuk bundar telur dan kecil, berbentuk segi tiga atau belah ketupat. Kacang-kacangan panjangnya 2 cm, berwarna hitam, dengan ujung tajam, bengkok.

Kandungan kimia :

Bahan aktif yang telah diketahui: Dalam daun, batang, akar dan buah mengandung asam Hydrocyan dan sifat racunnya. Zat Iain yang mengandung racun adalah alkaloid erythrin. Pada bijinya terdapat dua alkaloid, erythralin dan hipaforin (yang juga ditemukan di kulit). Dalam percobaan menggunakan kodok, hyhypaforin menyebabkan rangsangan yang kuat; namun jika diberikan dalam takaran tinggi ternyata dapat menyebabkan kelumpuhan seperti curare.KuIitnya berguna sebagai obat demam; daunnya memiliki sifat anti-muntah; tampaknya daun dan bijinya memiliki sifat membius dan sebagai insektisida; daun, bunga dan bijinya bisa digunakan sebagai obat haid.

Kegunaan :

Air rebusan kulit atau daun berguna sebagai obat demam, penyakit bengek, mencret, mejan dan darah dalam air kencing. Daunnya dipakai untuk penyakit kulit, sebagai obat tidur, untuk merangsang produksi air susu ibu (Dipakai sebagai obat minum dan obat luar). Air perasan daun berguna sebagai obat luar borok. Baik daun maupun bunga berguna menormalisasi haid. Apabila bijinya dihancurkan maka bisa dipakai untuk mengobati luka digigit ular.

Home