INGIN MENIKAH LAGI

Pertanyaan :

Saya adalah seorang pegawai dari suatu perusahaan swasta yang telah bekerja. Saya pria beristri dengan 1 anak dan beragama islam, saya ingin menikah lagi secara islam dengan wanita single beragama islam. Menurut undang-2 perkawinan hal tersebut tidak dapat dilakukan, tetapi menurut teman hal tersebut dapat dilakukan dengan cara membuat KTP didaerah dengan status single. Yang ingin saya tanyakan apabila saya menikah dengan cara tersebut adalah : 1. Bagaimana status hukumnya baik perdata maupun agama ?

2. Bagaimana pembagian harta warisan apabila saya meninggal ?

E – Jakarta

Jawaban :

Menurut Ketentuan Kompilasi Hukum Islam, pasal 56 ayat (1) disebutkan ” Suami yang hendak beristri lebih dari satu harus mendapat izin dari Pengadilan Agama.” Dalam ayat (3) disebutkan lagi ” Perkawinan yang dilakukan dengan isteri kedua, ketiga atau keempat tanpa izin dari Pengadilan Agama, tidak mempunyai kekuatan hukum.”

Pengadilan Agama hanya memberikan izin kepada seorang suami yang akan beristri lebih dari seorang apabila:
a. isteri tidak dapat menjalankan kewajiban sebagai isteri;
b. isteri mendapat cacad badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan.
c. isteri tidak dapat melahirkan keturunan.

Menurut ketentuan pasal 9 Undang-undang Perkawinan No. 1 Tahun 1970, ” Seorang yang masih terikat perkawinan dengan orang lain tidak dapat kawin lagi, kecuali Pengadilan, dapat memberi izin kepada seorang suami untuk beristri lebih dari seorang apabila dihendaki oleh pihak-pihak yang bersangkutan (pasal 3 ayat (2)). Artinya suami menghendaki dengan wanita lain, sedang isteri tidak keberatan dengan perkawinan itu.

Sedangkan dalam pasal 60 KUHperdata disebutkan ” Barang siapa masih terikat perkawinan dengan salah satu pihak, termasuk juga anak-anak yang lahir dari perkawinan ini, berhak mencegah perkawinan baru yang dilaksanakan, tetapi hanya berdasarkan perkawinan yang ada.”

Dari ketentuan diatas jelas sudah, perkawinan kedua harus mendapat izin baik itu dari Pengadilan ataupun dari isteri pertama jika tidak maka isteri kedua tidak akan diakui keberadaannya. Persetujuan itu dapat tertulis atau lisan walaupun demikian tetap dipertegas persetujuan lisan isteri pada sidang Pengadilan Agama maka perkawinan dapat dilaksanakan tetapi jika tidak ada persetujuan maka perkawinan itu tidak sah, akibatnya isteri pertama dapat membatalkan perkawinan tersebut.

Jika anda berencana untuk membuat KTP dengan status belum menikah, berarti anda hendak memalsukan status yang sebenarnya. Walaupun misalnya pemalsuan KTP dilakukan dan perkawinan kedua terlaksana, selama tidak adanya izin maka pernikahan kedua tetap dapat dibatalkan.

Harta bersama dari perkawinan seorang suami yang mempunyai isteri lebih dari seorang, masing-masing terpisah dan berdiri sendiri. Akibat terhadap harta warisan, jika perkawinan kedua mendapatkan persetujuan dari istri pertama maka harta akan dibagi dengan kedua isteri dan anak-anak yang lahir dari perkawinan tersebut. Jika tidak disetujui, berarti perkawinan kedua dianggap tidak pernah ada karena dibatalkan, akibatnya harta bersama dalam perkawinan tersebut dianggap tidak ada, isteri kedua tidak berhak atas harta dalam perkawinan tersebut.