Iklim

Ketinggian dari permukaan laut mencapai 2.815 m (9.606 kaki) pada gunung Pulong di Luzon dan puncak tertinggi 2.954 m (9.692 kaki) di gunung Apo, Mindanao. Pada puncak yang lebih tinggi udaranya selalu lebih dingin. Lebih jauh ke utara dari khatulistiwa dimana tempat itu berada, lebih dingin di bulan November sampai Februari. Tetapi pada bulan April dan Mei, sebelah utara dari Philipina sering mengalami temperatur udara yang lebih tinggi daripada bagian selatan.

Biasanya sedikit lebih dingin di luar kota-kota besar seperti Manila atau Cebu akibat gabungan antara aspal dan sedikitnya pepohonan akan menyerap dan memantulkan panas di kota-kota besar.

Jenis iklim di daerah tropis dan kepulaun yaitu : musim hujan dan musim kemarau. Pada musim kemarau, keadaannya tidak benar-benar panas sepanjang tahunnya dan bahkan bisa saja terjadi hujan sepanjang tahun.

Biasanya disepanjang bagian timur dari Kepulauan Philipina dan ke arah timur dari daerah pegunungan lebih sering turun hujan dari pada di sebelah barat.

Hujan juga terjadi di bagian selatan Visayas dan Mindanao yang terletak di dekat ekuator tetapi tidak sepanjang tahun. Di daerah manapun di Philipina, hujan turun kemungkinan pada sore hari daripada pagi harinya.

Angin primer yang berhembus dari tenggara terjadi pada bulan Mei sampai Oktober, dan yang berasal dari baratlaut terjadi pada bulan November sampai April. Pertukaran angin yang berhembus dari baratlaut maupun tenggara akan membawa curah hujan yang banyak ke bagian barat dari pulau-pulau di sebelah utara Philipina.

Orang-orang Philipina, khususnya di daerah sebelah tenggara negeri ini termasuk Manila membagi tahun menjadi tiga musim, yaitu : musim dingin yang terjadi dari bulan Desember sampai Februari dengan cuaca yang dingin dan kering, musim panas dari Maret sampai Mei dengan cuaca yang kering dan berudara panas, serta musim hujan dari Juni sampai November dengan adanya angin ribut yang disertai guntur dan topan.

Bagaimanapun, terkadang terjadi anomali keadaan cuaca. Sebagai contoh, pada bulan Juni 1985 hujan turun hampir terjadi secara berkesinambungan di sebagian besar pulau Luzon dan setelah itu tidak pernah lagi terjadi. Pada tahun 1986 terjadi angin topan di akhir Desember, dan pada tahun 1987 di bulan November dan Desember curah hujan lebih tinggi daripada musim hujan yang biasanya terjadi pada bulan-bulan sebelumnya.

Tekanan barometer di pusat pulau Luzon termasuk Manila biasanya berkisar antara 1000 sampai 1005 mb (29,53 sampai 29,68 inci) di bulan November sampai Mei, dan 995 sampai 1000 mb (29,38 sampai 29,53 inci) pada bulan Juni sampai Oktober. Meningkat atau menurunnya tekanan rata-rata barometer lebih baik diketahui dari prakiraan cuaca dari pada melalui media. Jika barometer menunjukkan penurunan maka akan mengindikasikan datangnya badai dan taifun sementara itu jika meningkat maka akan menandakan bahwa badai telah berlalu atau cauaca telah pulih kembali. Meskipun hal ini tidak menunjukkan prakiraan secara jelas. Selama musim hujan, adalah bijak untuk membawa payung setidaknya di sore hari.

Curah hujan minimum tahunan bervariasai di negeri ini, dari 965 mm (38 inci) sampai 4,064 mm (1.600 inci). Musim hujan diwarnai dengan adanya angin topan, atau di Pasifik disebut Taifun.

Taifun (penduduk asli menyebutnya bagyo) datang pada bulan Juni sampai Oktober dan akibatnya terhadap wilayah sangat luas, terkadang setengah dari seluruh kepulauan. Angin ini datang dari samudera Pasifik di timur dengan kecepatan 120 km/jam (7 mil/jam) atau bergerak melingkar dan hampir tak berangin. “Mata taifun” bergerak ke barat atau baratlaut dengan kecepatan 17 sampai 25 km/jam (10 sampai 15 mil/jam).

Taifun berasal dari sebutan nama perempuan, mengikuti alfabet 19 huruf Philipina yang mana jumlah rata-rata angin topan masuk ke Philipina teratur, seperti diwilayah sekitar Philipina dimana Badan Pelayanan Administrasi Atmosfir, Geofisika, dan Astronomi Philipina (PAGASA) bertanggung jawab untuk melacak dan melaporkan keadaan angin topan tersebut. Hal ini tidak berarti bahwa PAGASA harus sepenuhnya bertanggung jawab akan hal ini. Jika kenyataannya taifun ini mengakibatkan kerusakan satu milyar peso atau kematian lebih dari 300 jiwa maka nama angin tofan tersebut akan dihapus dari daftar nama PAGASA, dengan kata lain nama yang sama akan muncul pada tahun-tahun berikutnya. Beberapa nama badai yang telah dihapus sepuluh tahun terakhir adalah Aring (1980), Nitang dan Undang (1984), Herming dan Sisang (1987), serta Unsang dan Yoning (1988).

Terdapat beberapa intensitas taifun, yang biasanya diumumkan lebih lanjut pada surat kabar, radio dan TV. Sinyal pertama adalah yang paling lemah. Pada saat sinyal kedua diumumkan, sekolah-sekolah dasar dan sekolah lanjutan serta beberapa kantor dan pertokoan ditutup, dan tergantung pada kondisis banjir yang terjadi. Selama sinyal ketiga, seluruh sekolah, kantor-kantor pemerintahan, dan kantor-kantor swasta ditutup.

Tetapi meskipun masih sinyal pertama, segalanya mulai menjadi kacau. Kemacetan lalu lintas terjadi akibat banjir dan sebagian para pegawai datang telat.

Biasanya angin taifun terjadi hanya satu hari. Tetapi beberapa hari sebelum dan sesudah terjadinya angin taifun akan hujan dan berangin. Sangat mudah untuk menentukan meskipun hanya dengan mata bahwa angin taifun telah berlalu karena sudah tidak ada lagi hujan dan angin serta langit mulai cerah dan tenang kembali.

Beberapa daerah di Metro Manila hampir tidak dapat diakses beberapa jam setelah terjadinya hujan yang sangat lebat. Hal ini dapat diabaikan di Ermita, Malate, dan Makati. Tetapi di Tondo, Sampaloc, sebagian kota Quezon, dan dipinggir kota metropolitan seperti Valenzuela dan Taguig berakibat besar.

Setiap tahunnya angin taifun mengakibatkan ratusan orang tewas, tetapi tidak disebutkan kerugian ekonomi yang diderita Philipina setiap kali bencana alam ini terjadi. Angin taifun terburuk pada beberapa tahun terakhir adalah : Sisang yang terjadi pada 26 November 1987 dan membunuh lebih dari 650 jiwa di wilayah Bicol disebelah selatan Luzon dan mengakibatkan lebih dari 500.000 orang kehilangan pekerjaan; Gading terjadi pada 6-10 Juli 1985 dengan hampir 100 orang tewas; dan Undang yang mengakibatkan 900 orang tewas pada saat badai ini menyapu Visayas pada tanggal 3 November 1984.

Prakiraan cuaca PAGASA, biasanya akurat. Tetapi terkadang prakiraan tersebut meleset dan satu hal yang harus diakui bahwa cuaca pada saat itu tidak terjadi seperti yang seharusnya. Cuaca yang seperti ini dikenal sebagai angin taifun yang berhembus secara bolak-balik.

Musim hujan tidak selalu merupakan waktu yang buruk untuk mengunjungi kota meskipun langitnya berawan, terlindung dari sinar mentari, dengan suhu udara yang nyaman dan angin berhembus sepoi-sepoi. Lebih dari itu, setelah terjadinya taifun sering turun hujan selama dua atau tiga jam saja dan biasanya di sore hari.

Suhu udara rata-rata tahunan adalah 26,5 C (80 F). Satuan ukuran udara di Philipina menggunakan derajat Celcius.

Informasi Lebih Lanjut Mengenai Negara dan Penduduknya :

– Geografi
– Penduduk
– Pemerintahan
– Sejarah
– Media
– Pekerjaan Dan Bisnis
– Seni Dan Budaya
– Transportasi
– Hiburan
– Pendidikan
– Kesehatan
– Olah Raga
– Flora dan Fauna