BATAS USIA PERSETUJUAN HUBUNGAN SEKSUAL

Pertanyaan:

Di Indonesia pada usia berapakah untuk hubungan seksual diperbolehkan?

Jawaban:

Di Indonesia pada dasarnya tidak mengatur secara tegas tentang batas usia yang diperbolehkan untuk melakukan hubungan seks. Hubungan seks hanya diperbolehkan apabila telah menikah. Apabila seseorang melakukan hubungan seks tersebut sebelum menikah maka merupakan perbuatan zina yang menurut agama merupakan perbuatan dosa. Banyak dilakukan perkawinan antara laki-laki dan perempuan ketika masih kanak-kanak (belum waktunya kawin). Pernikahan itu dilakukan, tetapi barulah dikemudian hari mereka itu diperbolehkan hidup atau tidur bersama-sama. Pernikahan semacam ini biasanya banyak terjadi didaerah-daerah.

Indonesia tidak menganut adanya seks bebas atau seks pra nikah seperti halnya di negara Barat karena nilai-nilai ketimurannya yaitu kebudayaan dan adat istiadat mempunyai tempat yang penting. Bahkan ada organisaasi sosial, pendidikan umum, lembaga-lembaga pendidikan yang mengadakan pembatasan antara pria dan wanita.

Saat ini sedang digalakkan tentang pentingnya anak-anak diberikan pendidikan seks sejak dini, tentu saja penjelasan diberikan sesuai dengan memperhatikan batas usia anak tersebut. Tujuan diberikannya penjelasan ini agar anak dapat mengetahui secara benar hal-hal yang berkaitan dengan seks sehingga tidak terjerumus pada hal-hal yang tidak diinginkan terutama dari keterangan yang didapat dari pergaulannya yang terkadang sering menyesatkan anak tersebut.

Tentang adanya sekelompok orang yang “menjajakan seks” biasanya dikarenakan terdesak oleh suatu kebutuhan dan terpengaruh oleh lingkungannya. Selain itu kadang dijumpai adanya pelecehan seksual yang dilakukan sekelompok orang terhadap wanita. Bahkan, akhir-akhir ini banyaknya berita tentang adanya pelecehan seksual yang dilakukan terhadap anak yang dibawah umur, orang tua kandung pada anaknya, majikan pada pembantu. Bila tindakan ini terjadi maka pihak wanita perlu melakukan tindakan dengan mengadukan pelaku sehingga dapat di hukum atas perbuatannya.

Apabila seseorang atau beberapa orang melakukan perbuatan perzinahan atau pelecehan yang mengganggu keamanan dan ketentraman umum baik itu karena pengaduan ataupun bukan maka polisi tidak dilarang untuk mengadakan pemeriksaan bahkan dalam hal-hal tertentu harus mengambil tindakan-tindakan tertentu untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Jika perbuatan persetubuhan itu dilakukan dengan memaksa orang lain, mengenai hal ini diatur dalam KUHP. Pasal 287 ayat (1) menyebutkan, barang siapa bersetubuh dengan perempuan yang bukan istrinya, sedang diketahui atau patut disangkanya, bahwa umur perempuan itu belum cukup 15 tahun kalau tidak nyata berapa umurnya, bahwa perempuan itu belum masanya untuk kawin, dihukum penjara selama-lamanya 9 tahun.

Dalam pasal 290 KUHP, dapat dihukum orang yang membujuk atau menggoda seseorang yang umurnya belum cukup 15 tahun atau belum masanya dikawin untuk melakukan atau membiarkan dilakukan pada dirinya perbuatan cabul.